Ribuan Santri Demo Protes Puisi Fadli Zon

12 Feb 2019 19:02 Jawa Timur

Peristiwa KH Maimun Zubair yang khilaf saat berdoa kemudian dibikin puisi oleh Fadli Zon berbuntut panjang. Ribuan santri di Kabupaten Probolinggo berdemontrasi untuk memrotes Wakil Ketua DPR yang dianggap menghina Mbah Mun (KH Maimun Zubair).

Mereka berdemo di depan gedung DPRD Kabupaten Probolinggo, Selasa, 12 Februari 2019. Arus lalulintas di jalan nasional Probolinggo-Situbondo pun sempat macet akibat demo besar-besaran itu.

Sejumlah perwakilan santri berorasi secara bergantian. Mereka mengecam Fadli Zon karena menulis puisi yang dianggap menghina kiai. Politisi Partai Gerindra itu pada 3 Februari 2019 lalu menulis puisi berjudul “Doa yang Ditukar”.

Tidak hanya berorasi, para santri juga menenteng leaflet dan banner berisi protes terhadap Fadli Zon. Tampak pula di antara ribuan santri, sejumlah satriwati yang juga ikut berdemonstrasi. Di sela-sela demonstrasi, para santri melantunkan Shalawat Asyghil.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo, Muchlis mengatakan, puisi Fadli Zon dinilai melecehkan kiai NU, KH Maimun Zubair. "Kami berharap agar Fadli Zon mengehentikan sikapnya mencela kiai NU," ujarnya.

Muchlis menambahkan, Fadli Zon juga dinilai mencela kaum santri. Oleh karena itu pihak meminta kepada Fadli Zon agar segera meminta maaf kepada Mbah Mun.

"Fadli Zon, jangan minta maaf lewat medsos, tetapi harus mau mendatangi beliau di rumahnya di Ponpes Sarang, Jawa Tengah dalam waktu 5 x 24 jam," kata Muchlis.

Sementara itu Ketua Komisi A DRPD Kabupaten Probolinggo, Suhud mengatakan, puisi kontroversial itu semestinya tidak ditulis oleh Fadli Zon. Yang jelas, Suhud berjanji, akan menyampaikan aspirasi ribuan santri di Kabupaten Probolinggo ke DPR RI.

"Seharusnya, puisi itu yang romantis sehingga tidak menimbulkan kegaduhan. Kami berjanji aspirasi ribuan santri akan kami laporkan kepada pimpinan, dan biar nanti akan ditindak lanjuti ke DPR RI," tandas Suhud. (isa)
--------------------------
Doa Yang Ditukar

Doa sakral
Seenaknya engkau begal
Disulam tambal
Tak punya moral
Agama diobral

Doa sakral
Kenapa kau tukar
Direvisi sang bandar
Dibisiki kacung Mmakelar
Skenario berntakan bubar
Pertunjukan dagelan vulgar

Doa yang ditukar
Bukan doa otentik
Produk rezim intrik
Penuh cara-cara licik
Kau penguasa tengik

Ya Allah
Dengarkan doa-doa kami
Dari hati pasrah berserah
Memohon pertolongan-Mu
Kuatkanlah para pejuang istiqomah
Di jalan amanah

Fadli Zon
Parung, Bogor pada 3 Februari 2019

Reporter/Penulis : Ikhsan Mahmudi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini