Kreasi Modern Rias Pengantin di Ujian Akhir Universitas Adi Buana

23 Jan 2019 04:06 ngopiCANTIK

Ujian akhir tata rias pengantin Indonesia, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, menyajikan tema make up modern look dengan balutan busana pengantin adat Indonesia.

Dosen Tata Rias Pengantin, Endang Setyowati di Craft Center Royal Plaza, Surabaya, Selasa, 22 Januari 2019, mengatakan busana pengantin khas daerah-daerah di Indonesia umumnya bersifat pakem, belum ada inovasi-inovasi.

"Semua yang ada di sini adalah pengantin pakem daerah-daerah yang ada di Indonesia, tapi kita di sini mencoba memberikan inovasi untuk tata riasnya yang lebih modern, meskipun untuk pakaian dan perhiasanya kita tidak bisa ganti, karena itu sudah adatnya," kata Endang Setyowati

Menurut Endang, hal ini dilakukan agar para mahasiswa yang lulus nanti bisa terjun ke masyarakat dengan mengikuti trend make up yang ada, dan ilmu mereka bisa di aplikasikan di masyarakat.

"Karena kalau make up tradisional tidak begitu menjual di masyarakat, jadi mereka harus berinovasi dengan make up jaman sekarang seperti make up look barbie atau look glowing," kata Endang.

Ini diterapkan oleh mahasiswa semester 5, Anggita Ghea yang mengaplikasikan modern make up look glowing pada adat pernikahan Toraja.

"Untuk make up-nya modern look, dengan adat Toraja dan perhiasan yang cukup banyak untuk adat ini," kata mahasiswa tata rias pengantin Universitas PGRI Adi Buana

Dalam merias, Anggita mengaku kesulitan terletak pada sanggul pernikahan Toraja dan pernak-pernik pernikahan. 

"Sanggul sangat sulit,  karena hiasan di kepalanya juga banyak dan sedikit rumit," kata dia 

Make up adat Toraja yang biasanya terlihat tebal dan tajam, di tangan Anggita Ghea tata rias pernikahan adat Toraja terlihat natural dan glowing seperti make up yang digandrungi remaja masa kini. 

Untuk diketahui, ada 74 mahasiswa yang ikut serta dalam acara ini, serta 74 model pengantin tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dengan balutan make up modern sesuai kreasi mahasiswa. (pts)

Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini