Adi Sutarwijono dan jajaran DPC PDIP Surabaya yang solid menangkan Eri Cahyadi dan Armuji. (Foto: PDI Perjuangan)
Adi Sutarwijono dan jajaran DPC PDIP Surabaya yang solid menangkan Eri Cahyadi dan Armuji. (Foto: PDI Perjuangan)

Kader PDIP Mbelot, Awi: Jika Kader Ya Taati Keputusan Partai

Ngopibareng.id Pilkada 26 October 2020 23:38 WIB

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono buka suara terkait adanya pernyataan Mat Mochtar yang mengaku sebagai kader PDI Perjuangan Kota Surabaya mendukung Machfud Arifin-Mujiaman di Pilwali Surabaya.

"Ya kalau mengaku partainya PDIP harus taat dengan keputusan rekom partai. Apalagi surat pencalonan ke KPU Kota Surabaya ditandatangani Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Hj Megawati Soekarnoputri," kata Awi, Senin 26 Oktober 2020.

Menurut Awi, statement dari Mat Mochtar tak akan mempengaruhi kondisi internal PDIP Surabaya. Baginya kondisi PDIP saat ini paling solid di semua lini untuk memenangkan Eri-Armuji.

Sebab bagi Awi, memenangkan pilihan partai di Pilwali adalah sebuah keharusan sebagai kader dan petugas partai. Selain itu, memenangkan Er-Ji adalah sikap untuk manjaga harkat dan martabat PDI Perjuangan, kehormatan partai, terlebih Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Atas, tengah dan bawah bergerak semua. Seluruh kekuatan PDI Perjuangan dalam situasi solid dan kompak, saling bergotong royong, holopis kuntul baris, bergerak terus setiap hari, siang dan malam, untuk memenangkan Eri-Cahyadi," katanya.

Ia memastikan barisan Banteng Surabaya akan solid mendukung Eri-Armuji. Terlebih Eri-Armuji adalah pilihan langsung dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang sudah terlihat kinerjanya selama menjabat sebagai walikota 2 periode.

Terlebih saat ini survei Eri-Armuji sudah unggul 6 persen ketimbang lawannya Machfud Arifin-Mujiaman.

"Saya pastikan, beredarnya video-video semacam itu tidak akan mengguncang arus bawah PDI Perjuangan, tidak mengguncang masyarakat. Masyarakat Surabaya lebih mempercayai kerja-kerja nyata PDI Perjuangan, Walikota Surabaya Bu Risma, Wakil Walikota Surabaya Mas Whisnu Sakti Buana, juga kerja-kerja nyata yang dilakukan Mas Eri dan Cak Ji selama ini," katanya.

Awi tak mempermasalahkan pernyataan Mat Mochtar. Menurutnya, itu adalah hak dan sikap politik setiap warga negara Indonesia. Apalagi pilihan politik dilindungi UUD 1945.

"Tetapi di organisasi PDI Perjuangan, hak politik itu diekspresikan dalam sikap ketaatan terhadap keputusan PDI Perjuangan dan melaksanakan semua keputusan partai dengan penuh tanggungjawab. Pengurus PDI Perjuangan, kader, anggota dan simpatisan tahu betul akan hal itu," pungkas Awi.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Nov 2020 09:20 WIB

Liburkan Tim, Madura United Tunggu Jaminan Kepastian Liga

Liga Indonesia

Meski PSSI dan LIB sudah mengummkan liga digelar Februari.

27 Nov 2020 09:07 WIB

Meski dari Habaib, Para Wali Sembunyikan Marga

As’ad Said Ali

Salam Ukhuwah untuk Para Habaib

27 Nov 2020 08:45 WIB

Drumer Protonema, Didiet Nugraha Meninggal

Tokoh

Dikabarkan oleh Ari Lasso.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...