Din Syamsuddin. (Foto: Istimewa)
Din Syamsuddin. (Foto: Istimewa)

Resep Din Syamsuddin Luluhkan Hati Cucu Pendiri Ponpes Gontor

Ngopibareng.id Nasional 04 January 2021 13:02 WIB

Kalau sudah takdir Illahi, jodoh tidak perlu dicari. Kata kata bijak ini sejalan dengan alur cerita di balik pernikahan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dengan istrinya Rashda Diana, cucu KH Imam Zarkasyi, pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

Pernikahan antara Guru Besar UIN Syarif Hidayatulah Jakarta dengan Rashda Diana tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Modern Gontor, Minggu 3 Januri 2021. Acara pernikahan ini dihadiri segenap pimpinan pondok.

Bertindak sebagai saksi dari pihak pengantin pria adalah Wakil Ketua Umum MUI Dr Anwar Abbas. Sedangkan dari pihak pengantin wanita Prof. Amal Fathullah Zarkasyi, pimpinan Pondok Modern Darussalam, Gontor.

Ketiga putra Din juga hadir, yakni Farazandi Fidinansyah, Mihra Dildari, dan Fiardhi Farzanggi. Beberapa sahabat Din juga hadir. Antara lain Rektor UMJ Prof Syaiful Bakhri, Wakil Ketua Umum DN-PIM Prof R. Siti Zuhro dan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Syafiq A Mugni, dan Wakil Ketua PWM Jatim, Prof Ahmad Jainuri.

Mustofa Nahrawardaya, orang dekat Din Syamsuddin yang turut menghadiri pernikahan tersebut menceritakan awal pertemuan atau bahasa gaulnya kisah asmara Din dengan Rashda.

“Pak Din itu anggota Majelis Wakaf Pondok Pesantren Gontor. Jadi ada pertemuan rutin setiap bulan di pondok,” katanya.

Menurut pegiat media sosial tersebut, pada pertengahan November 2020 lalu merupakan momen pertama kali Din bertemu dengan Rashda. “Namun hanya pertemuan biasa. Setelah itu hilang kontak. Tak bisa berkomunikasi,” ujar Tofa, seperti yang ia tuturkan juga pada pwm.co.

Dia menjelaskan, sejak Rasdha ditinggal wafat suaminya, ia menutup rapat dari semua kawan-kawan suaminya. Dia tak mau menerima kontak lelaki. Semua daftar nomor dengan nama lelaki di kontak telepon miliknya diblock, termasuk nomor Pak Din.

Perempuan bergelar Doktor Bidang Politik di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini sebelumnya adalah istri dari Dr Dihyatun Masqon, Wakil Rektor III Unida yang wafat pada tahun 2018 lalu. Dia berstatus janda tanpa anak.

"Pak Din penasaran dengan hal itu. Kenapa dirinya diblock oleh Bu Rashda. Dari paman Bu Rashda lah, diketahui alasannya kenapa hal itu terjadi," kata Tofa.

Din Syamsuddin semula biasa-biasa saja. Namun seiring dengan waktu, Din intensif menemui paman Rashda. Sekitar 20 Desember 2020, Din memberanikan diri bertanya pada paman Bu Rashda, tentang keponakannya itu.

"Pak Din digambarkan kebawa suasana diri. Karena saat itu beliau sudah digugat cerai oleh Bu Linda (Novalinda Jonafrianty) istri Pak Din sebelumnya," tambahnya.

Sejak Juni 2020 Novalinda Jonafrianty dikatan sudah meninggalkan rumah. Din tinggal sendirian. "Setiap ada kegiatan, saya melihat Pak Din sendirian. hanya ditemani kucing kesayangannya si Mahir," ujar Tofa sambil tertawa.

Sebelum ada gugatan cerai, sudah beberapa kali ada usaha ishlah supaya bisa rukun kembali, tapi tidak membuahkan hasil.

Pekan pertama November, Linda benar-benar mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Namun mantan Ketua Umum MUI itu tidak pernah menghadiri sidang, setiap panggilan untuk mengikuti sidang selalu diabaikan.

Pada 16 Desember, gugatan cerai Linda dikabulkan oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Din yang berstatus duda makin sering berkomunikasi dengan Gontor.

Menurut Tofa, Din Syamsuddin mengkhitbah (meminang) Rashda melalui paman-pamannya di pimpinan Pondok Gontor menjelang tahun baru. “Namun Mbak Rashda baru diberitahu khitbah itu beberapa waktu kemudian. Namun Rashda tidak langsung menjawab. Perlu shalat istikharah, sebelum akhirnya menerima khitbah Pak Din yang disampaikan paman-pamannya. Jadi pernikahan ini terkesan mendadak, karena Pak Din sudah lama menjomblo,” ujarnya.

Din Syamsuddin menikahi Rashda Diana dilatarbelakangi pertimbangan bersangkutan memiliki wawasan keagamaan dan keilmuannya yang cukup luas. Dan berniat untuk setia mendampingi suami dalam mengarungi bahtera kehidupan, suka maupun duka.

Siapa Rashda?

Perempuan ketiga yang dinikahi Din ini lahir di Ponorogo, 5 Mei 1973. Cucu KH Imam Zarkasyi ini merupakan alumni Fakultas Syariah Islamiyah Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Ia kemudian melanjutkan studi S2 pada Program Studi Pemikiran Jurusan Hukum Islam UMY, lulus dengan disertasi berjudul Pelembagaan Politik Negara Modern Al-Mawardi pada tahun 2019 lalu.

Rashda Diana mengajar Sekolah Banding Fiqih di Universitas Darussalam (Unida) Gontor. Pada situs Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas), Rashda Diana juga menjabat sebagai lektor di bidang keilmuan Syariah dan Ilmu Hukum.

Putri kedua dari almarhum KH Imam Subakir, Ahmad Bin KH Ahmad Ridwan dan almarhumah Hj Khurriyah Zarkasyi ini merupakan salah satu pelopor kemajuan Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

Perempuan 48 tahun ini juga dikenal sebagai penulis. Beberapa tulisannya pernah dimuat di Jurnal Tsaqafah seperti tulisan Partisipasi Politik Muslimah dalam Pandangan Yusuf Qardhawi, Al-Mawardi dan Konsep Kenegaraan dalam Islam, atau Etika Politik dalam Perspektif Al-Mawardi.

Dengan Rashda Diana ini merupakan pernikahan ketiga Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu. Istri pertama Din adalah Hj Fira Beranata, yang meninggal dunia di Rumah Sakit Jakarta Medical Center (JMC), Jakarta Selatan, 29 Juli 2010 karena serangan jantung.

Pasangan berbeda usia 9 tahun itu menikah pada tanggal 2 Februari 1986. Bersama Hj Fira Beranata, Din dikaruniai tiga orang anak, yakni Farazandi Fidinansyah, Mihra Dildari, dan Fiardhi Farzanggi.

Kemudian, pria asal Sumbawa ini menikahi Novalinda Jonafrianty alias Bu Linda setahun kemudian, yakni pada tanggal 13 Maret 2011 di Masjid At-Taqwa Muhammadiyah, kompleks Kantor PP Muhammadiyah.

Janda tiga anak ini merupakan seorang notaris yang tinggal di Perumahan Pesona Wahidin Blok B-31, Kecamatan Kebomas, Gresik. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Airlangga (1998) ini merupakan sepupu Hj Fira Beranata, istri Din sebelumnya.

Bersama Novalinda Jonafrianty, Din tidak dikaruniai buah hati. Setelah sembilan tahun bersama, akhirnya berdasarkan putusan PA Jakarta Selatan, tanggal 16 Desember 2020, Din Syamsuddin dan Novalinda resmi berpisah.

Sang pengantin baru Din Samsuddin Melalui pesan singkat yang diterima Ngopibareng.id Senin, 4 Januari 2021 ia minta doa supaya rumah tangganya langgeng.

Selamat menempuh hidup baru Pak Din, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Mar 2021 08:07 WIB

Malaikat dalam Kubur, Mereka Dikerjai Nasrudin Hoja

Humor Sufi

Humor Sufi - renungan di masa pandemi Covid-19

01 Mar 2021 07:53 WIB

Artidjo Alkostar: Sebuah Kitab Keadilan

Hamid Basyaib

Artidjo sosok penegak hukum yang memiliki integritas tinggi dan sahaya.

01 Mar 2021 07:35 WIB

Soal Legalisasi Usaha Miras, Muhammadiyah: Itu Buah UU Ciptaker

Khazanah

Fenomena bangsa yang telah kehilangan arah

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...