Rencana Pertunangan Razan Najjar Berakhir Ditangan Tentara Israel

03 Jun 2018 13:36 Internasional

Razan Ashraf Al-Najjar meninggal dunia saat sedang memberikan pertolongan kepada demonstran yang terluka di perbatasan Gaza.

Gadis 21 tahun ini menghembuskan nafas terakhir tidak lama setelah peluru dari tentara Israel bersarang di dadanya.

Menurut Juru Bicara Kementerian Ashraf Al-Qudra, Najjar mengenakan jas putih ala petugas medis ketika ia ditembak, Jumat (1/6/2018).

Berdasarkan laporan New York Times, saat itu tentara Israel menembakkan dua atau tiga peluru dari seberang pagar perbatasan dan mengenai bagian tubuh Najjar.

Pejabat kesehatan Gaza menyebut, Najjar adalah orang Palestina ke-119 yang tewas sejak dimulainya aksi protes pada Maret Lalu.

Najjar adalah wanita kedua yang meninggal dunia. Adapun yang pertama seorang remaja pengunjuk rasa.

Ribuan orang mengantarkan jenazah Razan Najjar ke tempat peristirahatan terakhir Sabtu 262018
Ribuan orang mengantarkan jenazah Razan Najjar ke tempat peristirahatan terakhir, Sabtu (2/6/2018).

 

Sementara itu, Militer Israel berjanji akan menyelidiki kasus penembakan yang menyebabkan kematian Najjar. Namun mereka mengklaim pasukan Israel telah bekerja sesuai dengan standar operasional (SOP).

“IDF (Israel Defence Force) konsisten bekerja sesuai operasional dan mengurangi kematian di sekitar kawasan pengamanan d pagar perbatasan,” ujar pihak Militer Israeal dalam pernyataannya.

“Sayangnya, organisasi teroris Hamas dengan sengaja menempatkan warga sipil dalam bahaya,” imbuhnya.

Surat kabar New York Times, bulan lalu pernah mewawancarai Najjar di Gaza. Dia merupakan satu-satunya relawan medis perempuan yang terjun membantu pengobatan selama aksi protes yang diorganisir Hamas.

“Kami mempunya satu tujuan menyelematkan dan mengevakuasi warga. Serta mengirim pesan ke dunia: tanpa senjata, kita bisa melakukan apapun,” katanya dalam sebuah rekaman video.

Najjar merupakan penduduk Khuzza, sebuah desa pertanian yang terletak di dekat perbatasan dengan Israel.

Hingga akhir hidupnya, Najjar ingin membuktikan bahwa wanita bisa mempunyai andil dalam masyarakat Palestina di Gaza.

Menjadi tenaga medis bukan hanya pekerjaan untuk seorang pria, tapi untuk wanita juga,” ujarnya.

Fakta baru pun terungkap setelah kematian Najjar. Ternyata ia punya seorang kekasih relawan pekerja ambulans, Izzat Shatat.

Izzat, mengatakan kepada Associated Press (AP) bahwa dia dan Razan Najjar berencana untuk mengumumkan pertunangan mereka pada akhir Ramadaan.

Dalam video yang diunggah channel YouTube Ruptly, ribuan orang tumpah ruah di jalanan Gaza pada Sabtu (2/5/2018).

Mereka mengantarkan jenazah Najjar. Orang-orang itu berteriak sepanjang jalan sambil mengibarkan bendera Palestina.

Sesekali terdengar ucapan takbir dari mulut mereka. Isak tangis pun mengiringi perjalanan mengantarkan Najjar ke peristirahatan terakhirnya.

Terlihat pula beberapa paramedis berseragam warna putih memegang bendera Palestina dan foto Najjar, mereka berbaris saat prosesi pemakaman.

Di sana ada ayah Najjar yang berjalan memegangi seragam putih sang putri. Seragam itu awalnya bersih tapi kini dipenuhi darah Najjar.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini