Salsabila Khairunnisa, remaja berusia 17 tahun masuk daftar 100 perempuan berpengaruh 2020 versi BBC. (Twitter)

Remaja Jakarta Masuk Daftar 100 Perempuan Berpengaruh Dunia

24 Nov 2020 22:45

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

BBC merilis daftar nama 100 perempuan berpengaruh tahun 2020 versi mereka. Dua perempuan Indonesia masuk di antara nama-nama berpengaruh dunia. Mereka adalah Salsabila Khairunnisa dan Febfi Setyawati. Salsabila adalah aktivis lingkungan berusia 17 tahun.

Dilansir dari laman BBC, Salsabila Khairunnisa dikenal sebagai pelajar berusia 17 tahun dari Jakarta. Setiap hari ia melakukan aksi di depan Kementerian Lingkungan dan Kehutanan. Pada usia 15 tahun, ia telah menginisiasi gerakan Jaga Rimba. Organisasi ini berjuang untuk melindungi hak masyarakat adat yang kehilangan rumah dan tempat  tinggal di Hutan Kinipan, salah satu hutan hujan yang tersisa di Kalimantan.

Sedangkan Febfi Setyawati dikenal sebagai pendiri Untukteman.id, organisasi yang menolong keompok rentan, terutama warga yang sakit namun dalam kondisi kesulitan finansial, serta masyarakat yang terdampak Covid-19.

Ia dan timnya juga berkeliling mengendarai mobil Volkswagen untuk menyediakan akses internet gratis serta perpustakaan bergerak bagi pelajar. Tim yang sama kini berupaya menghadirkan antena di area yang sulit sinyal internet.

Febfi terinspirasi untuk menolong sesama setelah mengalami musibah kehilangan anak laki-lakinya yang meninggal akibat sindorm Moebius.

Dua nama perempuan Indonesia itu bersanding dengan 97 perempuan berpengaruh di dunia. Di antaranya Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin, artis dan superhero baru Marvel asal Malaysia Michelle Yeoh, Sarah Gilbert yang memimpin penelitian untuk menemukan vaksin Covid-19 di Universiras Oxford, dan Jane Fonda yang banyak dikenal sebagai artis sekaligis aktivis perubahan iklim.

BBC memilih 100 perempuan yang menginspirasi, membawa dan memimpin terjadinya perubahan, di masa yang sulit. Pada 100 daftar perempuan tahun ini, BBC sengaja mengosongkan satu nama di daftar ke-100 sebagai penghormatan pada banyaknya perempuan lain yang tak bisa disebut namanya, dan telah melakukan pengobarbanan untuk menolong yang lain. (Bbc)