Relawan Gusti dzikir bersama ini digelar di rumah Ahmad Sunjani, wakil ketua DPRD Bojonegoro di Desa Talok Kecamatan Kalitidu

Relawan Gusti Bojonegoro Kembali Gelar Dzikir untuk Doakan Gus Ipul

26 Feb 2018 13:43

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Relawan Gus Ipul-Puti (Gusti) Bojonegoro kembali menggelar Sedulur Ngaji untuk mendoakan Gus Ipul kembali memimpin Jawa Timur sebagai Gubernur. Riyadhoh dzikir bersama ini digelar di rumah Ahmad Sunjani, wakil ketua DPRD Bojonegoro di Desa Talok Kecamatan Kalitidu, 25 Februari malam kemarin. Acara Sedulur Ngaji sebagai wujud untuk menjemput ridho Alloh.

Kepemimpinan adalah takdir dan tidak satu orang pun yang bisa memastikan siapa pemenang dalam kompetisi Pilkada Jawa Timur. Karena masa depan masih diselimuti misteri rahasia dan hanya Tuhan yang tahu maka salah satu bentuk usaha manusia meminta petunjuk adalah berdoa dengan sungguh-sungguh. Berdoa bersama dengan melantunkan shalawat Nariyah sebagai washilah untuk menjemput ridho Tuhan agar Gus Ipul menjadi Gubernur Jawa Timur.

"Ini cara orang NU untuk menjemput ridho Tuhan," Ujar Ahmad Sunjani wakil ketua DPRD Bojonegoro dari Fraksi Kebangkitan Bangsa.

Uniknya dalam bershalawat Nariyah sebanyak 4444 kali tersebut menggunakan butir jagung sebagai ganti tasbih. Para peserta dzikir dari Kecamatan Gayam, Kecamatan Malo, Kecamatan Kalitidu dan Kecamatan Ngasem masing-masing mendapatkan jatah butir jagung untuk mencapai hitungan berdzikir.

"Kebetulan acara dzikir bersama ini digelar setelah tuan rumah panen jagung. Sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon kepada Allah agar Gus Ipul memimpin Jawa Timur dan Bu Anna Muawanah menjadi Bupati Bojonegoro," ungkap Ahmad Mustakim koordinator relawan Gusti Bojonegoro.

Usai membaca shalawat Nariyah ditutup dengan do'a yang dibacakan oleh Gus Zaenal Arif dari Pondok Pesantren Al-Mustofa Desa Kalitidu, Kecamatan Kalitidu. Selain mendo'akan Gus Ipul jadi Gubernur dan Bu Anna Muawanah jadi Bupati Bojonegoro, juga mendoakan Cak Imin Wapres, PKB menang dan Khofifah menjabat menteri lagi.

Doa keselamatan bangsa dan negara serta lestarinya ajaran Aswaja dibawah bimbingan para ulama juga tak luput dalam kalimat-kalimat doa yang dibacakan dengan khusu'.