Antrean panjang penukaran unag di lapangan Makodam V Brawijaya, Surabaya, Kamis 6 Juni 2018. (Foto: Amanah/ngopibareng.id)

Tukar Uang di Pinggir Jalan dengan Antri di Mobile Bank, Ternyata Tetap Ada 'Ongkos' yang Harus Dibayar

07 Jun 2018 13:06

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Jelang lebaran seperti sekarang,  ada salah satu “ritual” yang biasa dilakukan warga, yaitu menukarkan uang baru. Karena, kurang afdol rasanya jika saat lebaran memberikan uang “angpao”  kepada sanak saudara, keponakan, handai taulan dengan uang yang sudah lusuh dan kumal.

Namun ternyata untuk mendapatkan uang baru menjelang lebaran tak mudah. Dibutuhkan usaha yang gigih dan pantang menyerah untuk dapat uang baru. Jalan pintas untuk mendapatkan uang baru, sebenarnya sih ada. Tinggal beli di pedagang uang pinggir jalan yang banyak bertebaran.

Tapi bagi sebagian orang, tukar uang di pedagang, tak mau dilakukan. Alasannya berkaitan dengan hukum dalam Islam. Karena ada yang menganggap, jual-beli uang dalam Islam haram hukumnya. Ada pula yang menghalalkan, karena potongan saat menukar uang baru itu, dianggap sebagai uang jasa.

Adalah Syaiful Bahri, salah satu dari sekian banyak warga yang enggan menukarkan uang ke pedagang uang pinggir jalan. Alasannya, ia tak mau uang lawas yang ditukarkannya kena potongan.

"Kalau di bank gini kan enak, nggak ada potongannya. Kalau di pinggir jalan biasanya dipotong 10 persen," katanya saat ditemui di Lapangan Kodam V/Brawijaya Surabaya, 7 Juni 2018.

Hal yang sama, juga dikatakan oleh Suharyo. Dia juga lebih memilih menukarkan uangnya langsung ke mobile bank, dibanding tukar uang di lapak pinggir jalan. Alasannya, selain tak kena potong, juga dianggap lebih aman.

 "Meskipun antre, kan langsung di bank. Di bank, gak perlu ada potongan. Kita juga tak khawatir dengan adanya uang palsu, karena kita tukarnya langsung di bank," kata Suharyo.

Tapi meski menukarkan langsung ke bank, ternyata ada “harga” yang harus mereka bayar agar kebagian uang baru. Harga yang harus mereka bayar,  yaitu datang saat subuh.  Jika tidak begitu, dijamin tak bakal kebagian uang baru.

Itu pula yang dilakukan oleh Suharyo. Dia mengaku sudah sejak subuh datang ke Lapangan Kodam V/Brawijaya. Dia datang sejak subuh untuk mengambil nomor antrean. "Sudah dari Subuh saya ambil nomor antrean. Kalo nggak punya nomor gak boleh masuk," ujar Syaiful Bahri. (amm)