Hentikan Klaim Menang Sepihak, Ini 5 Imbauan Rektor Unair

20 Apr 2019 22:00 Politik

Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Moh. Nasih, mengeluarkan surat imbauan yang ditujukan kepada masyarakat Surabaya untuk tetap damai selepas Pemilu 2019.

Surat imbauan tersebut juga berisi ajakan agar masyarakat menghormati satu sama lain dan bersabar menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Berikut isi surat himbauan Rektor Unair :

1. Memberikan penghargaan dan terima kasih yang tak terhingga kepada Penyelenggara Pemilu dan juga kepada Pemilih atas KEDEWASAAN SIKAP-nya sehingga Pemilu dapat diselenggarakan dengan damai dan lancar. Adanya beberapa kekurangan tentu dapat dipahami dan tidak mengurangi terima kasih kami mengingat Indonesia yang demikian besar.

2. Mengajak semua Pihak untuk benar-benar menghargai dan menghormati suara dan pilihan rakyat, baik yang sama maupun yang berbeda pilihan serta menjaga perasaan mereka.

3. Menghentikan pernyataan/klaim kemenangan sepihak, serta menyerahkan, mempercayakan, dan mengakui proses lanjutan rekapitulasi suara oleh KPU sesuai dengan peraturan, ketentuan, dan mekanisme yang telah ditentukan dan disepakati semua Pihak jauh hari sebelum Pemilu berlangsung sesuai dengan UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.

4. Tidak menyebarkan informasi, analisis, dan data tanpa bukti yang sahih dan terverifikasi yang berpotensi untuk menciptakan kegaduhan dan perpecahan serta mendelegitimasi KPU dan Bawaslu sebagai Lembaga yang dipercaya untuk menyelenggarakan PEMILU.

5. Menjaga kedamaian dan persatuan sesama warga bangsa dengan tidak melakukan tindakan permusuhan serta memancing respon balik atau reaksi dari pihak-pihak yang tidak sepilihan dan sependapat.

"Menjaga kedamaian dan persatuan sesama warga bangsa dengan tidak melakukan tindakan permusuhan serta memancing respon balik atau reaksi dari pihak-pihak yang tidak sepilihan dan sependapat," kata Rektor Unair, M Nasih.

Saat dikonfirmasi oleh ngopibareng.id , pihak Unair yang diwakili Humas Unair, Suko Widodo, mengungkapkan, imbauan ini tidak lain untuk menjaga kondusivitas dan ketenangan di akar rumput dan masyarakat luas.

"Biar adem, toh quickcount juga sudah ada. kalau tidak setuju dengan hasil itu ya sabar menunggu KPU tidak usah ribut-ribut. Mari kembali bekerja, kembali berkawan," ungkap Suko.

Seperti yang diketahui, Rabu 17 April 2019, Indonesia dihadapkan dengan Pemilu serentak pertama. Pemilih harus memilih Presiden, Caleg DPR RI, DPD, DPRD PROVINSI, DPRD KOTA/KABUPATEN dalam waktu bersamaan.

Sementara menurut hasil hitung cepat dari lembaga-lembaga survey yang telah diverifikasi oleh KPU, untuk Pilpres, pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno dengan presentase 55 persen dibanding 45 persen.

Pada akhirnya, paslon Prabowo-Sandi mengklaim kemenangan berdasarkan hasil hitung cepat internal partai koalisi mereka dengan presentase kemenangan lebih dari 60 persen dibanding paslon Jokowi-Amin.

Klaim kemenangan Prabowo juga dibarengi dengan melontarkan pernyataan bahwa KPU telah berbuat curang sehingga paslon Prabowo-Sandi kalah.

Bahkan karena merasa telah memenangi kontestasi pilpres, Prabowo beserta pendukungnya menggelar syukuran kemenangan pada Jumat, 19 April 2019 di rumah Kartanegara. (alf)

Reporter/Penulis : Alief Sambogo
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini