Rektor Termuda di Indonesia Ternyata Kelahiran Surabaya

06 Nov 2019 16:47 Pendidikan

Nama Risa Santoso menjadi perbincangan publik setelah dilantik sebagai rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Asia Malang.

Ia resmi menjadi rektor pada 2 November 2019 saat berusia 27 tahun. Ini menjadi sejarah baru bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia karena memiliki rektor termuda wanita.

Kecerdasan dan riwayat pendidikan Risa mampu mengalahkan Riki Saputra, rektor muda berusia 36 tahun. Riki menjadi rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) pada Februari 2019.

Dikutip Linkedin, Risa Santoso tercatat wanita cantik ini merupakan jebolan Universitas California, Berkeley. Ia memilih universitas publik yang terletak di timur Teluk San Francisco di Berkeley, California, Amerika Serikat ini dengan jurusan Ekonomi.

Setelah mendapat gelar sarjana, Risa kemudian melanjutkan pendidikannya di Harvard University. Ia memilih untuk mengambil jurusan pendidikan melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Menjadi rektor di usia muda memang tidak mudah didapatkan oleh Risa. Dia sempat mengembangkan kemampuan di berbagai lembaga saat kuliah dan setelah kuliah. Diketahui ia pernah magang menjadi Research Assistant Summer di University of Asia, Malang.

Ia juga sempat menjadi tutor berbagai mata kuliah di Diablo Valley College, Amerika Serikat sebagai ​Economics Tutor, Math and Statistics Tutor.

Selain itu pada tahun 2015 – 2017, Risa pernah menjadi Tenaga Ahli Muda di Kantor Staf Presiden Republik Indonesia. Terakhir, lewat platform Linkedin ia menuliskan jabatannya sebagai Development Director di Perguruan Tinggi Asia.

Wanita kelahiran Surabaya, 27 Oktober 1992 ini merasa terhormat dengan jabatan yang dipercayakan pada dirinya saat ini. "Saya merasa terhormat, jadi rektor lumayan muda," ujarnya dikutip Youtube ITB Asia Malang.

Sebagai rektor muda yang lahir di kalangan anak 90-an, Risa mengaku ingin mengembangkan hal-hal kecil di kampusnya. Salah satunya wifi kampus. "Selain itu, yang kecil-kecil, salah satunya menambah kecepatan wifi di kampus," kata Risa. 

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini