Tri Arief Sardjono, Rektor ITTS, ketika diwawancara perihal Bilik Sterilisasi Covid-19 (Andhi Dwi/Ngopibareng.id)

Tangkal Covid-19, Rektor ITTS Buat Bilik Sterilisasi

Surabaya 21 March 2020 13:31 WIB

Rektor Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS), Tri Arief Sardjono, berhasil membuat Bilik Sterilisasi Covid-19. Alat tersebut bakal ia serahkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, guna menekan penyebaran virus di wilayah Surabaya.

Ia mengungkapkan, jika pinsip utama ruang sterilisasi adalah menyemprotkan uap disinfektan ke seluruh tubuh seseorang sehingga terbebas dari virus, bakteri, dan kuman.

"Jadi seseorang yang keluar dari ruang sterilisasi ini diharapkan telah terbebas dari kuman sehingga tidak akan menularkan atau menyebarkan kepada pihak lain," kata Tri, Sabtu, 21 Maret 2020.

Tri menambahkan, bilik sterilisasi tersebut mempunyai kelebihan dibanding dengan cuci tangan menggnakan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Dimana alat itu mampu membunuh virus yang menempel pada seluruh bagian tubuh manusia, sementara cuci tangan hanya mampu membunuh virus yang ada di tangan.

"Dengan demikian peluang seseorang untuk menyebarkan virus menjadi lebih kecil setelah keluar dari ruang sterilisasi," imbuhnya.

Nantinya ruang sterilisasi yang telah dibuat dalam waktu sehari ini, akan diuji coba oleh Pemkot Surabaya, Dinas Kesehatan Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Tropical Disease Center (TDC) Universitas Airlangga Surabaya (Unair).

"Jadi ini kita uji bareng, kita saling bekerjasama dengan institusi lain, saling menginformasikan untuk menangkal virus ini," ungkapnya.

Ia berencana, akan membuat alat tersebut dalam jumlah banyak, yakni agar bisa ditempatkan di beberapa titik Kota Surabaya. Tri, berharap hal ini dapat bermanfaat dan membantu Pemkot untuk menekan penyebaran covid-19.

“Insyaallah (akan ada) lima hingga 10 (bilik sterilisasi). Kami usahakan secepat mungkin. Terpenting, mekanismenya kami sudah tahu persis,” pungkasnya.

Sebelumnya, diberitakan oleh Ngopibareng.id, bilik serupa juga digunakan oleh Pemerintah Kota Malang. Bilik yang bernama Sico kependekan dari sikat corona itu dipasang di sejumlah tempat publik, seperti di pasar dan di perkantoran.

Penulis : Andhi Dwi Setiawan

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Sep 2020 23:23 WIB

Santri Kembali ke Ponpes, Pemkot Surabaya Gelar Tes Swab

Surabaya

Swab test dilakukan di tiga ponpes di Surabaya.

26 Sep 2020 23:04 WIB

Rossi Resmi Pindah ke Tim Satelit Petronas Yamaha

MotoGP

Rossi bertukar dengan pembalap Fabio Quartararo.

26 Sep 2020 22:51 WIB

Wapres Harap Lulusan STIF Syentra Jadi Cendekiawan Muslim Moderat

Pendidikan

Wapres minta lulusan STIF Syentra jadi cendekiawan muslim yang moderat.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...