Rehab Klenteng Sumber Naga Perlu Rp 3 M

20 May 2019 18:40 Jawa Timur

Pasca terbakar habis, pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau popular disebut Klenteng Sumber Naga, Kota Probolinggo berencana merehabilitasi tempat ibadat tersebut. Rehabilitasi tempat ibadat yang digunakan untuk tiga kalangan yakni, Konghucu, Budda, dan Taoisme itu memerlukan dana sekitar Rp 3 miliar.

Rencana rehabilitasi total terhadap bangunan cagar budaya di Jalan WR Soepratman itu disampaikan pengurus TITD saat beraudensi dengan Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Kota HMS Subri di Pemkot Probolinggo, Senin, 20 Mei 2019.

“Kami mengucapkan terima kasih bisa bertemu Pak Wali Kota, Habib Hadi terkait rencana kami merehabilitasi tempat ibadat kami yang beberapa hari lalu terbakar,” ujar Ketua TITD, Adi Sutanto Saputro.

Adi mengatakan, butuh biaya lumayan besar untuk membangun kembali klenteng yang terbakar habis. Rehabilitasi dinilai sangat mendesak karena klenteng yang berusia 154 tahun itu merupakan tempat ibadat satu-satunya bagi pemeluk Tri Dharma (Konghucu, Budda, dan Taoisme).

“Rehab diperkirakan butuh dana Rp 3 miliar,” katanya. Selain memohon bantuan dari Pemkot Probolinggo, Adi mengaku, sudah berkoordinasi dengan klenteng-klenteng se-Indonesia agar bersedia membantu rehabilitasi Klenteng Sumber Naga.

Wali kota mengatakan, bersedia membantu rehabilitasi Klenteng Sumber Naga. Karena terkait bangunan cagar budaya, Pemkot Probolinggo akan melakukan kajian lebih dulu.

"Pemkot akan memfasilitasi pembangunan kembali Klenteng Sumber Naga. Kita kaji dahulu untuk kemudian hasilnya bagaimana akan kami undang kembali pihak jemaat," ujar wali kota.

Sambil menunggu rehabilitasi selesai, kata Adi, jemaat klenteng dipersilakan beribadat di rumahnya masing-masing. Namun bila ada perayaan hari besar, maka mereka bisa emaksimalkan halaman klenteng.

Seperti diketahui, Klenteng Sumber Naga terbakar hebat Jumat malam hingga Sabtu dinihari lalu, 18 Mei 2019. Kebakaran diduga dipicu lilin yang tumpah lalu mengenai kain (korden) sehingga menyulut kobran api. (isa)

Penulis : Ikhsan Mahmudi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini