Ratusan mahasiswa PTS se-Jatim, saat melakukan aksi demonstrasi di Kantor LLDIKTI Jatim. (Foto: Andhi Dwi/Ngopibareng.id)

Ratusan Mahasiswa PTS Gabungan Se-Jatim Ingin SPP Dipotong 50%

Reportase 29 June 2020 18:40 WIB

Ratusan mahasiswa gabungan dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Jawa Timur (Jatim) mendatangi kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII, Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No. 177, Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, pada Senin 29 Juni 2020. 

Mereka menuntut agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  memotong 50% Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) kuliah.

Ketua Aliansi BEM Surabaya, Eko Pratama mengatakan, jika para mahasiswa menuntut pemotongan SPP bagi mahasiswa PTS sama seperti yang diterapkan untuk mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN)

“Tuntutannya, turunkan SPP 50%. Kami minta negara hadir di sini. Permendikbud No. 25 tahun 2020 tidak mengatur relaksasi SPP untuk perguruan tinggi swasta,” kata Eko, disela-sela aksi demo.

Perlu diketahui, Mendikbud Nadiem Makariem telah mengeluarkan Permendikbud No. 25 Tahun 2020, mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan dana bantuan UKT mahasiswa, untuk tetap mendapatkan akses layanan pendidikan secara optimal di masa pandemi corona.

Sayangnya, kebijakan yang menyanggkut keringanan pembayaran SPP serta pengambilan Satuan Kredit Semester (SKS) tersebut hanya berlaku untuk PTN saja. Sementara bagi mahasiswa PTS masih belum diatur.

“Kami bukan anak tiri. Kami juga menyumbang dana untuk Indonesia. Kami pengen hak yang sama, (PTN) yang sudah diberikan relaksasi,” jelas Eko yang diamini para peserta demo.

Mahasiswa yang berasal dari kampus Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tersebut mengungkapkan, jika dirinya sudah bertemu dengan Kepala LLDIKTI. Menurutnya, yang bersangkutan sudah menyetujui tuntutan mereka.

“Sama Prof Suprapto (Ketua LLDIKTI) tadi sudah tanda tangan tuntutan kita. Kami akan kawal ini, (karena) Ketua LLDIKTI sudah menyetujui,” ungkapnya.

Jika tuntutan tersebut tidak segera direalisasikan, para mahasiswa ini akan kembali mengadakan aksi demonstrasi di beberapa gedung pemerintahan. Tak hanya itu, mereka juga bakal membawa massa aksi yang lebih besar.

“Kami menyasar DPRD Jatim dan Pemprov Jatim, untuk memberikan jaminan supaya teman-teman mahasiswa bisa tetap kuliah meskipun nunggak. Kita akan menggelar aksi  ke DPRD dan Pemprov dalam minggu ini akan kami kondisikan,” tutup Eko.

Penulis : Andhi Dwi Setiawan

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Aug 2020 01:15 WIB

Tak Puas dengan Pemerintah, 7.000 Warga Beirut Turun ke Jalan

Internasional

Protes dengan pemerintahan yang korup.

08 Aug 2020 23:15 WIB

Pengurus Tebuireng Tegaskan Makam Gus Dur Belum Dibuka

Jawa Timur

Makam Gus Dur belum dibuka untuk kunjungan wisata.

08 Aug 2020 22:45 WIB

Surabaya Zona Merah, Persebaya Tunda Latihan di Lapangan

Liga Indonesia

Persebaya belum kumpulkan pemain dan pelatih.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...