Ratu Kecantikan Malaysia Jadi Wayang, Contek Budaya Indonesia?

09 Oct 2019 21:52 Internasional

Ratu kecantikan Malaysia lagi-lagi bikin kegaduhan. Ya, apalagi jika bukan soal tuduhan mencontek budaya Indonesia. Hal ini dipicu oleh foto-foto busana nasional Miss Grand Malaysia 2019 yang bertema wayang kulit.

Miss Grand Malaysia 2019 Mel Dequanne Abar memakai kostum nasional bertema wayang kulit untuk berlaga di ajang Miss Grand International yang digelar di Venezuela.

Malam final Miss Grand International 2019 yang juga diikuti wakil dari Indonesia, Sarlin Jones ini akan digelar pada 25 Oktober mendatang.

Mel Dequanne Abar memamerkan foto dirinya memakai busana nasional yang disebut terinspirasi dari cerita rakyat klasik Malaysia itu ke akun Instagram @missgrandmalaysia.

"The Storyteller of Classic Malay Sanskrit Costume," demikian keterangannya.

Pada foto yang diunggah, ratu kecantikan 20 tahun itu tampak berpose memakai dress hitam yang dihiasi sabuk keemasan. Dia juga memakai sarung lengan yang dihiasi kain panjang bergambar wayang.

Bergaya sambil memegang wayang di tangan kanan dan kirinya, Dequanne juga tampak mengenakan mahkota emas.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kostum nasional ratu kecantikan Malaysia ini kembali jadi kontroversi di antara pecinta kontes kecantikan Indonesia.

Miss Grand Malaysia 2017, Sanjeda John mengenakan kostum kuda lumping sebagai busana nasional. Kostum tersebut merupakan rancangan desainer Hana Yaakob, yang sekilas mengingatkan pada kuda lumpung dari tarian khas di Jawa.

Selain kostum kuda lumping, sepatu yang dikenakan Sanjeda John serupa dengan batik. Menanggapi polemik itu, pihak Miss Grand Malaysia menjelaskan bahwa kostum tersebut terinspirasi dari masyarakat Jawa yang tinggal di sebelah selatan Johor.

Pada 1971, Menteri Pariwisata Johor menyatakan tari Kuda Kepang yang ditampilkan masyarakat Jawa di Johor sebagai simbol kesatuan dan keberagaman budaya orang Johor.
Dengan sejarahnya itu, warisan budaya orang Jawa meluas hingga ke selatan Johor, Perak dan Selangor di Malaysia, dan Singapura.

Nasib Miss Grand Malaysia 2018, Debra Jeanne Poh juga sama seperti seniornya. Busana bernuansa batik parang yang dipakainya menuai kecaman dari netizen Indonesia. Pasalnya, UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Bahkan, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober.

Miss Supranational Malaysia 2018 Sanjna Suri mengenakan kostum nasional Srikandi untuk berkompetisi di grand final Miss Supranational yang digelar di Polandia.