Mendikbud Nadiem Makarim bantan lebur pelajaran agama dengan PPKN. (Istimewa)

Mendikbud Bantah Lebur Pelajaran Agama dengan PPKN

Nasional 22 June 2020 22:45 WIB

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menegaskan, hingga saat ini tidak ada keputusan mengenai peleburan mata pelajaran agama dengan mata pelajaran lainnya.

“Salah satu dari 10 bagian dari peta jalan pendidikan adalah memperbaiki kurikulum nasional, pedagogi, dan penilaian. Saya ingin menegaskan bahwa tidak ada keputusan peleburan mata pelajaran agama dengan lainnya”, kata Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR secara virtual di Jakarta, Senin 22 Juni.

"Saya tegaskan lagi, tidak ada keputusan maupun rencana sampai saat ini mengenai peleburan mata pelajaran agama dengan lainnya," kata Nadiem.

Dalam rapat kerja dengan DPR itu, Nadiem menyampaikan bahwa tim Kemendikbud melakukan berbagai macam skenario dan perencanaan mengenai perampingan atau penyederhanaan kurikulum sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. “Tapi kami tegaskan lagi, tidak ada rencana atau keputusan mata pelajaran agama,” kata katnya.

Hingga saat ini, mata pelajaran agama masih menjadi subjek mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Oleh karena itu, Nadiem meminta agar masyarakat tidak lagi bingung.

Saat ini, Kemendikbud sedang membahas mengenai penyederhanaan kurikulum yang disertai dengan penyusunan berbagai modul pendukungnya.

Munculnya isu mengenai peleburan mata pelajaran agama itu berawal dari salinan rancangan penyederhanaan kurikulum, yang menggabungkan mata pelajaran agama dan PPKN.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda meminta agar peleburan itu tidak dilakukan karena dua mata pelajaran tersebut (agama dan PPKN) memiliki filosofi dan muatan yang tidak bisa digantikan satu sama lain.

Materi mata pelajaran agama, kata Huda, perlu untuk menanamkan nilai-nilai agama pada peserta didik. Nilai agama yang dimaksud, yakni nilai toleransi, nilai inklusivitas, dan sikap moderasi dalam kehidupan.

Sebelum sempat muncul wacana peleburan pelajaran agam dengan kewarganegaraan dan Pancasila. Namun wacana ini mendapat reaksi yang cukup keras dari kalangan tokoh agama.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Aug 2020 22:45 WIB

Surabaya Zona Merah, Persebaya Tunda Latihan di Lapangan

Liga Indonesia

Persebaya belum kumpulkan pemain dan pelatih.

08 Aug 2020 22:45 WIB

Rekom PDIP ‘Final’, Whisnu-Eri Maju di Pilwali

Pilkada

Rekom ini disebut-sebut atas perintah Jokowi.

08 Aug 2020 22:15 WIB

Nyadran, SAH Nyekar ke Makam Seniman di Surabaya

Pilkada

Ia ingin warga surabaya ingat dengan kesenian di Kota Pahlawan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...