Gita Marcella Khoirun Nissa saat menunjukan inovasi yang timnya buat untuk mendeteksi ODP yang kabur (foto: istimewa))

Ramones, Alat Pendeteksi ODP dan PDP yang Kelayapan

04 Aug 2020 19:57

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Empat mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan alat monitoring untuk mendeteksi pasien Covid-19 yang kabur dan berkeliaran di tengah masyarakat. Alat tersebut diberi nama 'Ramones'.

Mereka adalah Akbar Suwandana, Alvin Cahya Adi Perdana, Tahta Anugrah Wibowo, dan Gita Marcella Khoirun Nissa.

Akbar Suwandana, selaku ketua tim mengatakan, alat tersebut dinilai mampu mendeteksi Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG), dan pasien positif Covid-19.

Karena kemampuannya ini, Ramones rencananya akan diletakkan di tempat-tempat umum seperti mall, sarana pendidikan, pintu keluar masuk desa dan tempat umum lainnya.

Ketua tim saat menunjukan inovasinya. (Foto: Istimewa)

"Karena di sini tempat umum merupakan tempat penularan yang paling sering terjadi," ungkap mahasiswa angkatan 2017 ini.

Mahasiswa yang kerap disapa Dana ini menjelaskan, pengunjung yang ingin masuk akan berdiri di titik pengukuran. Setelah itu, secara otomatis sensor dari alat ini akan langsung bekerja, mulai dari mengukur ketinggian, mendeteksi wajah, hingga mengukur suhu tubuh pengunjung.

"Input dari semua sensor ini akan dimasukkan ke dalam database yg telah terhubung dengan database Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Covid-19," jelasnya.

Lanjutnya, data yang masuk akan langsung dicocokan dengan database milik BNPB Covid-19. Data yang cocok membuat alat akan memunculkan notifikasi di layar pengawas melalui monitor. Selain itu 'buzzer alarm' pada portal juga akan menyala dan portal tidak dapat terbuka, sehingga pengunjung tidak bisa masuk.

"Hal ini akan berbeda ketika data yang diterima tidak cocok dengan database BNPB, portal secara otomatis akan langsung terbuka dan pengunjung bisa masuk," ujarnya.

Mahasiswa asal Malang ini menyampaikan, dengan menggunakan sistem sensor tersebut, Ramones sekaligus dapat mengurangi resiko petugas atau penjaga portal dalam terpapar virus Covid-19.

Berkat inovasi ini, Ramones meraih posisi kedua dalam Lomba Aplikasi Inovatif dan Inspiratif - Covid-19 (LAI2 - Covid-19) sublomba Detektor yang diselenggarakan Direktorat Kemahasiswaan ITS dan telah diumumkan, beberapa waktu lalu.

"Saya dan kawan-kawan berharap dengan kondisi new normal seperti sekarang, semoga alat ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar," tutupnya.