Lord Didi Kempot selalu membawa balsem dan berambut gondrong. (Foto: Instagram?didikempot_official)
Lord Didi Kempot selalu membawa balsem dan berambut gondrong. (Foto: Instagram?didikempot_official)

Rambut Gondrong dan Balsem, Kisah Unik Didi Kempot

Ngopibareng.id Selebriti 05 May 2020 11:07 WIB

Didi Prasetyo atau saat ini beken berjuluk Lord Didi Kempot meninggal dunia pagi tadi, Selasa, 5 Mei 2020. Didi meninggal saat menjalani perawat di RS Kasih Ibu Solo.

Penyanyi yang selalu berpenampilan gondrong ini, meninggal dunia tak lama setelah dirawat di RS Kasih Ibu. "Mas Didi baru masuk pukul 07.30 WIB," kata Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Divan Fernandez.

Lantas mulai kapan Didi Kempot selalu berpenampilan gondrong? dalam sebuah kesempatan, Bapak Patah Hati Nasional, The Godfather of Brokenheart ini mengaku terakhir kali memotong rambutnya pada tahun 1990 atau pada 30 tahun lalu.

Saat itu, adik almarhum pelawak Mamiek Prakoso ini baru pertama kali masuk ke dapur rekaman dengan menyanyikan lagu We Cen Yu (Kowe Pancen Ayu/Kamu Memang Cantik). "Saat itu, Nazar akhirnya potong rambut. Sejak saat itu, rambut tidak pernah lagi saya potong," ujarnya suatu ketika.

Menurut Didi Kempot, rambut gondrong selalu membawa hoki sehingga dirinya tak akan pernah potong rambut. Dan cita-cita itupun kini terkabul. Didi Kempot meninggal dunia dengan keadaan rambut masih gondrong.

Berkat rambut gondronya ini, pernah pada tahun 2011 ketika kita mengetik nama Didi Kempot di aplikasi terjemah bahasa Inggris ke bahasa Indonesia di Google maka akan muncul "Michael Jackson".

Bahkan saat itu, di media sosial juga banyak beredar foto Didi Kempot yang disejajarkan dengan Bruno Mars.

Sementara itu, selain selalu gondrong, putra pelawak Ranto Gudel, Group Srimulat ini, juga memiliki kebiasaan unik. Dia akan selalu membawa balsem kemanapun dia pergi.

Menurut dia, Balsem bisa menyembuhkan berbagai keluhan saat dirinya berada di luar rumah. "Saya itu nomer satu Balsem. Dompet kadang kelupaan bawa, tapi kalau balsem tidak pernah lupa," ujarnya usai manggung di Ngopibareng PintuLangit, Pasuruan, pertengahan 2019 silam.

Hampir setiap habis manggung, apalagi di panggung terbuka. Didi akan selalu minta dikeroki oleh salah satu anggota groupnya. Dan balsem inilah senjata utamanya.

Kini Lord Didi Kempot telah tiada, namun beragam lagunya akan tetap hidup dinyanyikan di berbagai pelosok negeri.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Jan 2021 08:26 WIB

Masa Depan Muhammadiyah, Ini Kunci Utamanya

Khazanah

Penjelasan Dahlan Rais, PP Muhammadiyah

25 Jan 2021 08:17 WIB

Reformasi di Tubuh Polri?

As’ad Said Ali

Berjalanlah perjuangan sesuai kaidah fikih dalam Islam

25 Jan 2021 07:55 WIB

Kuliah Pakai Sepatu Tentara, Suprawoto Malu Duduk di Depan

Tokoh

Sepatu tentara yang ia pakai adalah sepatu bapaknya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...