Robot Raisa yang dibuat atas kerjasam ITS dan Unair akan beroperasi Kamis besok. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)
Robot Raisa yang dibuat atas kerjasam ITS dan Unair akan beroperasi Kamis besok. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)

Besok, Raisa Mulai Bekerja Membantu Paramedis di RS Unair

Ngopibareng.id Teknologi dan Inovasi 14 April 2020 13:51 WIB

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyerahkan robot medical asistent yang akan membantu kinerja tenaga kesehatan RS Unair dalam penanganan corona, Selasa, 14 April 2020. Robot tersebut juga telah resmi menyandang nama 'Robot Raisa (Robot Medical Assitant ITS-Unair).

Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng mengatakan, robot Raisa tersebut akan beroperasi pada Kamis mendatang di Rumah Sakit Universitas Airlangga.

"Baru satu yang jadi rencanannya akan membuat empat. Yang tiga masih dalam proses. Untuk robot yang pertama ini fungsinya masih robot saja sebagi asisten, nantinya akan kami tambahkan sensor temperatur," kata Ashari, ditemui di Gedung Robotika ITS.

Lanjutnya, sehingga perawat tidak perlu lagi keluar masuk untuk mengukur suhu tubuh. Jadi cukup dilihat dari robot sudah bisa mendapatkan hasil.

Ashari juga mengatakan bahwa robot Raisa ini dibuat untuk meminimalisir adanyanya transmisi virus pada tenaga medis.

Emil Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur saat mencoba robot Raisa Foto Pita SariNgopibarengidEmil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur saat mencoba robot Raisa. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)

Hal senada juga disampaikan Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD, K-PTI, FINASIM, selaku Direktur Utama Rumah Sakit Unair mengatakan bahwa robot ini selain meminimalisir transmisi virus pada tenaga medis juga meningkatkan kenyamanan pasien.

"Seperti yang diketahui virus ini kan bisa sembuh dengan imunitas yang baik. Harapannya semakin nyaman pasien imunnya akan semakin meningkat dan bisa sembuh," kata Nasron.

Ia juga menegaskan, robot ini tidak menggantikan tenaga kesehatan tapi meminimalisir tenaga kesehatan untuk masuk. Mungkin biasanya masuk satu hari hari tiga kali bisa setengahnya. Karena sentuhan dokter pada pasien itu tidak bisa digantikan.

Nasron juga menambahkan, dengan adanya robot Raisa, tujuan Rumah Sakit Universitas Airlangga, yakni zero kematian akibat covid, zero tenaga kesehatan tertular, zero keluarga tenaga kesehatan tertular, zero diskriminasi bisa dicapai.

Diketahui, robot Raisa ini akan dikendalikan perawat dalam ruangan kontrol. Robot ini juga bisa berkomunikasi dua arah antara perawat dan pasien lewat vitur monitor yang ada pada robot. Ketika ada pasien yang mengeluh demam bisa dicek dengan robot.

Robot ini akan berfungsi untuk mengantarkan obat pada pasien, makanan, baju, dan beberapa kebutuhan pasien lainnya.

Penulis : Pita Sari

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Mar 2021 19:10 WIB

DPC Demokrat Siap Pecat Jika Ada Kader yang ke Sumut

Politik

Mereka masih mendalami, sebab belum ada informasi siapa yang berangkat.

07 Mar 2021 19:07 WIB

Tercebur Enam Bulan di Danau, iPhone Ini Masih Bisa Hidup

Gadget

Tak menduga jika iPhone miliknya tak mengalami rusak yang berarti.

07 Mar 2021 18:41 WIB

Salam Tiga Jari, Protes Warga Myanmar Anti-Kudeta Militer

Internasional

Inspirasi novel "The Hunger Games" karya Suzanne Collins

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...