Masjid di Michigan, Amerika Serikat, ketika masih dalam kondisi normal, sebelum pandemi Covid-19. (Foto: Istimewa)

Rais Syuriah PCINU AS: Hindari Perilaku Tercela di Muka Umum

Khazanah 23 May 2020 06:18 WIB

Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama (NU) Amerika Serikat, Zen Aljufri, menyampaikan pesan, agar setip orang berilmu dan juru dakwah menjaga kehormatan, dengan tetap menjaga adab dan menghormati orang lain.

"Harut dan Marut adalah mantan malaikat yang di-down-grade oleh Allah karena berperilaku buruk (Al-Baqarah:102). Jadi bukan dilihat siapa Anda atau keturunan siapa anda, apa kedudukan Anda dimasyarakat anda,? dan lain-lain. Tapi manusia akan menghormati apa yang telah Anda lakukan," tuturnya.

"Banyak selebritis dunia yang pernah dipuja-puji setinggi langit, tapi jatuh muruahnya karena berperilaku buruk akhirnya menjadi bahan cacian. Sebaliknya anjing Ashabul Kahfi justru mendapat pujian sepanjang masa karena berperilaku mulia dan ini terekam dalam Al-Qur'an.

"Maka berhati-hatilah ketika Anda membawa-bawa nama keturunan dan gelar namun Anda tidak bisa mengendalikan emosi dan egoisme anda lalu memperlihatkan berperilaku tercela di muka umum. Tamatlah Anda, hilang simpati orang pada Anda. Semoga kita semua bisa bersabar dan terhindar dari perilaku buruk dan tercela apalagi di muka umum."

Demikian pesan Zen Aljufri, seperti ditulis pada akun facebooknya, Sabtu 23 Mei 2020.

Pesan tersebut disampaikan setelah ada kasus, seorang tokoh agama, dikenal masyarakat dari kalangan habaib, tapi membentak-membentak aparat petugas Covid-19 ketika diminta agar menaati protokol kesehatan di masa Pandemi ini. Bahkan, terjadi bersitegang dia dan petugas keamanan, hingga akhirnya ia dilaporkan ke Polda Jatim.

Terkait hal itu, Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Asembagus Situbondo, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy mengingatkan, di masa pandemi COVID-19 umat Islam tetap harus tuduk dan patuh pada ulil amri. Tentu saja, setelah kepatuhan pada ketentuan Allah Swt dan Rasulullah.

"Saat pandemi seperti ini, sebaiknya untuk tidak mengabaikan peraturan Pemerintah. Kurangi keluar rumah jika tidak sangat mendesak. Jangan memaksakan diri pergi ke pusat perbelanjaan yang nantinya menimbulkan kerumunan massa yang berisiko besar penyebaran Covid-19. Jika harus keluar rumah, ikutilah protokol kesehatan," tuturnya.

"Mari kita patuhi peraturan Pemerintah, demi keselamatan dan kebaikan bersama, yakinlah apa yang sudah ditetapkan pemerintah adalah keputusan yang terbaik untuk kita semua," kata KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, Sabtu 23 Mei 2020.

Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Asembagus Situbondo, merupakan pesantren legendaris yang berpengaruh. Pada santrinya dikenal sangat taat pada para kiai. Pesantren ini, didirikan dan dikembangkan Kiai As'ad Syamsul Arifin (almaghfurlah), dilanjutkan KH Fawaid As'ad (almaghfurlah). Kini diasuh KH Ahmad Azaim Ibrahimy.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 May 2020 19:15 WIB

Temperature Detector Shield, Deteksi Suhu Tubuh Pakai Face Shield

Feature

Alat deteksi suhu tubuh menggunakan face shield karya mahasiswa PENS

28 May 2020 19:05 WIB

Minggu Lusa Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka

Internasional

Masjid Al-Aqsa di Yerusalem akan kembali dibuka untuk umat Islam.

28 May 2020 18:58 WIB

Pangkogabwilhan II Pantau Langsung Keseriusan Jatim Tangani Covid

Surabaya

Surabaya jadi epicentrum penyebaran Covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.