Putri Sirivannavari Nariratana, penuh kemewarahan. (Foto: istimewa)
Putri Sirivannavari Nariratana, penuh kemewarahan. (Foto: istimewa)

Putri Sirivannavari, Parodi saat Rakyat Thailand Tuntut Reformasi

Ngopibareng.id Internasional 01 November 2020 06:58 WIB

Adanya aksi demo menuntut reformasi kerajaan di Thailand, turut berimbas pada kehidupan keluarga kerajaan terutama terhadap Putri Sirivannavari Nariratana.

Anak perempuan Raja Maha Vajiralongkorn yang merupakan seorang perancang busana, pada 29 Oktober 2020 berencana meluncurkan koleksi terbarunya.

Namun, rencananya itu pun mendapatkan respon dari para pendemo yang justru menggelar pagelaran parodi busana Putri Sirivannavari sebagai bentuk protes. Putri Sirivannavari juga terkenal sebagai pemilik sejumlah toko fashion mewah.

Pada pertengahan Oktober 2020 merupakan awal aksi demonstrasi rakyat Thailand, yang menuntut agar Prayut Chan-O-Cha mundur dari jabatannya sebagai Perdana Menteri.

Prayut Chan-O-Cha yang merupakan seorang militer terpilih menjadi Perdana Menteri pada 2014, sejak militer berhasil melakukan kudeta di Thailand. Prayut kemudian terpilih kembali sebagai Perdana Menteri Thailand setelah memenangkan pemilu pada 2019.

Aksi protes yang diikuti oleh mayoritas mahasiswa dan pelajar itu, kini meluas dengan tuntutan agar adanya reformasi di tubuh kerajaan yang dikuasai oleh Raja Maha Vajiralongkorn sejak 2016 menggantikan ayahnya Raja Bhumibol.

Kemarahan rakyat Thailand agar adanya reformasi kerjaan itu juga disebabkan Raja Maha memiliki kehidupan mewah dan lebih banyak menghabiskan waktu di Jerman di tengah kesulitan yang dihadapi rakyatnya.

Raja Maha Vajiralongkorn bersama kerabat Kerajaan di Thailand Foto bbcRaja Maha Vajiralongkorn bersama kerabat Kerajaan di Thailand. (Foto: bbc)

Namun, aksi demonstrasi yang terpusat di Ibu Kota Bangkok itu juga menyebabkan adanya dua kubu yakni penentang dan pro sang raja.

Para pendemo pendukung raja menyerukan, mereka tidak akan membiarkan adanya perubahan sistem kerajaan Thailand.

“Tidak, saya tidak akan membiarkan mereka melakukan formasi terhadap sistem kerajaan kami,” tegas Chutima Liamthong, salah seorang pendemo dilansir dari South China Morning Post.

Salah seorang pendemo, Paravat Chantarakajon, menyebut sistem monarki dengan kedudukan raja di dalamnya sesuatu yang tidak abadi dan mitos mengenai raja adalah dewa kini terpatahkan di kalangan pendemo.

“Seperti sebuah sistem yang harus Anda takuti, seperti sebuah konstitusi yang harus Anda takuti untuk ditegakkan. Itu tidak benar dan tidak akan abadi. Dia (Raja Maha) tahu itu dengan baik, bahwa dia hanyalah seorang manusia,” ujar Paravat kepada Channel 4 News.

Sistem pemerintahan monarki atau kerajaan di Thailand telah berjalan sejak 1932.

Menurut akademisi dan politisi Thailand, Pavin Chachavalpongpun, para pendemo paham betul jika menginginkan adanya reformasi di pemerintahan, maka perlu menyertakan pergerakkan kepada sistem kerajaan.

“Berbicara tentang reformasi politik secara umum, maka Anda harus menyertakan reformasi dari kerajaan. Itulah mengapa sejak awal saya menilai para mahasiswa menyentuh pemerintah. Artinya, mendesak Perdana Menteri untuk mundur. Tapi, sekarang mereka bergerak untuk menyerang kerajaan,” terang Pavin dalam wawancara bersama Deutsh Welle, dikutip Minggu 1 November 2020.

Pavin menjelaskan, dengan adanya reformasi di kerajaan, itu artinya juga turut menguak seluruh sistem perpolitikan di Thailand.

“Sebab, mereka tahu berbicara tentang kerajaan maka akan membawa keluar semua dalam perpolitikan Thailand,” tambah politisi Thailand yang tengah dalam pengasingan di Jepang itu.

Jerman turut terseret dalam tuntutan para pendemo, sebab Raja Maha diketahui kerap menghabiskan waktu di tenggara Bavaria sejak naik takhta.

Para pendemo bahkan dalam aksinya menuntut agar pemerintah Jerman melakukan investigasi terhadap Raja Maha.

Perdana Menteri Jerman Heiko Mass, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terkait aktifitas Raja Maha selama berada di Jerman dan berjanji akan terus melakukan pemantauan terhadapnya.

“Tentu saja, saya memiliki “mata” terhadap aksi yang dilakukan oleh Raja Thailand di Jerman. Kami telah memeriksa ini, tidak hanya beberapa minggu terakhir. Melainkan, kami melanjutkan pemeriksaan untuk jangka panjang. Jika kami menemukan hal-hal yang melanggar hukum, maka secara langsung akan ada konsekuensi terkait hal itu,” ucap Mass.

Rakyat Thailand mendesak agar Jerman melakukan investigasi apakah Raja Maha memiliki bisnis di sana. Meski demikian, Jerman telah mengatakan tidak dapat diterima jika raja melakukan politik di negara itu.

Raja Maha disebut-sebut baru kali ini terlihat di Thailand setelah sekian lama dan sempat berada di tengah kerumunan para pendemo yang mendukungnya pada 27 Oktober lalu di pusat Kota Bangkok.

Raja Maha Vajiralongkorn, 68 tahun, yang berkuasa di Thailand sejak 2016 menempuh pendidikan di Inggris dan Australia, pernah menikah sebanyak empat kali dan memiliki tujuh orang anak.

Seperti dilansir BBC, Raja Maha memiliki kekayaan dengan estimasi hingga 30 miliar dolar Amerika Serikat dan menjadikannya Raja terkaya di dunia.

Aksi demonstrasi yang menuntut reformasi di Kerajaan Thailand Foto bbcAksi demonstrasi yang menuntut reformasi di Kerajaan Thailand. (Foto: bbc)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Nov 2020 03:14 WIB

Dinamisasi Gerakan, Gagasan dan Amalan, Ini Pesan Haedar Nashir

Khazanah

Amanat untuk Ikatan Pelajar Muhammadiyah

25 Nov 2020 02:45 WIB

Tanda-Tanda Ulama, Menurut Kaum Alawiyin dan Imam Al-Ghazali

Khazanah

Pesan Mbah Maimoen: Ikuti Habib Luthfi bin Yahya

25 Nov 2020 00:25 WIB

Anak Ke-4 Dirawat di NICU, Oki Setiana Dewi Sibuk Antar ASI

Selebriti

Anak keempat Oki Setiana Dewi sudah seminggu dirawat di NICU.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...