Ilustrasi pekerja konstruksi yang telah mengikuti sertfikasi. (Foto: Kementerian PUPR)
Ilustrasi pekerja konstruksi yang telah mengikuti sertfikasi. (Foto: Kementerian PUPR)

PUPR Lakukan Uji Sertifikasi 11.250 Tenaga Konstruksi

Ngopibareng.id PUPR 25 October 2019 08:56 WIB

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan Program Percepatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi sebagai upaya meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) bidang konstruksi, yang juga merupakan salah satu program Kementerian PUPR dalam mendukung visi Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin pada periode 2019-2024. 

Menteri Basuki mengatakan selain bertujuan untuk menjamin kompetensi para tenaga kerja konstruksi, sertifikasi juga akan memudahkan tenaga kerja mendapatkan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.

“Kementerian PUPR sebagai pembina konstruksi bertanggung jawab terhadap ketrampilan, handalnya para pekerja konstruksi. Tanpa itu sekali lagi, tidak akan terbangun tol, jembatan, dan bangunan-bangunan lain. Sertifikat ketrampilan harus dipunyai tenaga konstruksi untuk bersaing dengan pekerja dari negara-negara lain,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan, pembangunan infrastruktur dan penyiapan SDM Konstruksi Nasional merupakan bagian dari pembangunan nasional yang dapat pendorong pertumbuhan ekonomi baik lokal, regional maupun nasional.

“Oleh karena itu sangat penting untuk mencetak tenaga kerja konstruksi berkualitas agar Pembangunan Infrastruktur dapat berjalan lancar, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ujar Syarif saat membuka program uji sertifikasi bagi 11.250 tenaga konstruksi di lokasi proyek pembangunan Wisma Barito Pacific II Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019.

Menurut Syarif, kegiatan ini bukan untuk memperbanyak sertifikat akan tetapi untuk memperbayak orang yang  memiliki kompetensi, dan kompetensi itu difinalkan dengan sertifikat. “Saya yakin di sini sudah memiliki kompetensi, hanya tinggal dibuktikan dengan sertifikat,” tuturnya.

Sebanyak 11.250 orang tersebut, terdiri dari tenaga terampil konstruksi, tenaga ahli konstruksi, pekerja konstruksi di proyek padat karya Kementerian PUPR, calon instruktur dari dosen politeknik dan perguruan tinggi, serta fresh graduate politeknik bidang Konstruksi.  Program sertifikasi diselenggarakan dalam 2 gelombang, yakni gelombang pertama tanggal 16 September sampai 24 Oktober 2019 diikuti 10.014 orang dan gelombang kedua tanggal 25-31 Oktober 2019 diikuti 1.100 peserta.

Hadir pada kesempatan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) Ruslan Rivai, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Dewi Chomistriana, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta Ricky Aditya Natsir, Project Manager Pembangunan Proyek Gedung  Wisma Barito Pacifik II Darmono Eko.

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Feb 2021 12:33 WIB

PPG Unusa dapat akreditasi B dari BAN-PT

Pendidikan

menjadi pelecut semangat untuk meningkatkan PPG Unusa lebih baik lagi.

18 Feb 2021 09:31 WIB

Jokowi Siang Ini Resmikan Bendungan Tapin

Nasional

Pembangunan bendungan ini sempat molor waktunya.

11 Feb 2021 22:12 WIB

Menteri PUPR Taat Protokol Kesehatan hingga di Tempat Tidur

Human Interest

Cegah Covid-19, Menteri PUPR tidur pakai masker bareng cucu.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...