Punya Tradisi Bagus, PS Tira Tetap Waspadai Arema

28 Jun 2019 16:08 Liga Indonesia

Pelatih PS Tira-Persikabo, Rahmad Darmawan, mewaspadai skuad Arema FC dalam laga tandang yang akan mereka jalani di Stadion Gajayana, Malang, pekan ke-6 Liga 1 2019, pada hari Sabtu 29 Juni 2019 besok, pukul 18.30 WIB.

Menurutnya Arema FC merupakan salah satu tim yang tangguh dalam kompetisi sepak bola di Indonesia.

“Hasil terakhir Arema di Piala Presiden menggambarkan kekuatan skuat Arema. Tim yang sudah teruji, juga mempunyai tradisi yang kuat sebagai pemenang punya jiwa juang yang sangat baik,” tutur pelatih kelahiran Lampung tersebut.

Secara statistik PS Tira-Persikabo unggul dari Arema FC, dengan menempati peringkat ketiga klasemen Liga 1 sampai pekan ini, dari empat laga yang telah mereka lakoni, PS Tira-Persikabo belum pernah menelan kekalahan, dengan meraup hasil dua kali menang dan dua kali imbang.

Sedangkan Arema saat ini bercokol di posisi ke-13, dari tiga laga yang telah mereka jalani, Arema FC baru meraih hasil  satu kali kemenangan dan dua kali kalah. Meskipun berada di atas angin, Rahmad Darmawan tak mau jumawa. Ia menganggap tim asuhannya tersebut belum begitu teruji.

“Saya rasa itu bukan ukuran performa, mungkin lebih kepada faktor keberuntungan karena dari empat laga yang telah kita mainkan kita kebagian 3 laga kandang,” kata pelatih yang pernah menukangi Arema ini.

 

Rahmad Darmawan juga mengingatkan kepada pemainnya agar bersiap dari awal pertandingan, karena pertandingan akan berjalan dengan tensi yang tinggi.

 

Di sisi lain Angga Saputra, penjaga gawang PS Tira-Persikabo yang sampai saat ini mencatat rekor gemilang dengan belum pernah kebobolan, mengungkapkan mewaspadai permainan Arema FC.

 

“Arema FC punya pemain-pemain yang bagus ya. Salah satunya yang menjadi ancaman di posisi striker ada Dedik Setiawan,” jelas mantan penjaga gawang Madura United tersebut.

 

Melawat ke kandang Singo Edan merupakan laga tandang kedua yang akan dilakoni PS Tira-Persikabo. Rahmad Darmawan menuturkan bahwa atmosfer di Stadion Gajayana lebih terasa dibanding dengan Stadion Kanjuruhan.

 

“Dari sisi dekatnya penonton dengan lapangan, terlebih juga Gajayana adalah stadion bersejarah bagi Arema. Waktu melatih Persikota saya pernah merasakan atmosfer bermain di Stadion Gajayana,” tuturnya. (teo)

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini