Ribuan Peserta Ikut Parade, Peringati Hari Santri di Sidoarjo

20 Oct 2019 12:10 Reportase

Puluhan ribu peserta dari 18 Majelis Wilaya Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) se-kecamatan Sidoarjo ramaikan kegiatan parade peringatan Hari Santri Nasional ke-5 dengan tema Santri Unggul Indonesia Makmur di Kawasan Alun-Alun Sidoarjo, Minggu 20 Oktober 2019.

Tampak sejak sekitar pukul 06.30 WIB para peserta memulai parade berjalan di mulai dari Jalan A Yani, Jalan Gajah Mada belok kanan ke Jalan Sisingamanggara, Jalan Diponegoro lanjut Jalan Sultan Agung, dan finish di Jalan Cokro Negoro depan Pendopo Sidoarjo.

Parade ini meriah, karena semua kecamatan menampilkan berbagai kesenian dan kreasi yang unik-unik. Misalnya, Kecamatan Waru yang menampilkan kreasi sandal raksasa yang mana sandal banyak diperjualbelikan di Wedoro,  kemudian ada kreasi tas dan koper dari Tanggulangin, kelompok musik patrol, ada yang membawa bendera merah putih panjang dan banyak lagi.

Karena banyaknya peserta, alhasil terjadi beberapa kemacetan yang terjadi. Di antaranya, di Jalan Mayjen Sungkono, serta Jalan Diponegoro.

Bupati Sidoarjo, Saiful Illah mengaku bangga melihat antusiasme dan kreasi yang ditampilkan oleh para santri Sidoarjo. Menurutnya, dari parade ini memperlihatkan adanya kemajuan pendidikan yang mengukuti zaman.

"Hari santri ini digelar di Sidoarjo karena Sidoarjo kota religi dan kota agamis. Meski pondok tidak banyak seperti Jombang, Pasuruan, tapi Sidoarjo punya santri banyak dan hebat-hebat. Bahkan Sidoarjo pernah dapat penghargaan kota peduli pendidikan Agama Islam," ujar Saiful Illah di sela parade.

Bahkan, besok pasca upacara peringatan Hari Santri, Saiful Illah kembali akan melepas tim MTQ untuk mengikuti kejuaraan nasional. "Mudah-mudahan MTQ kita kembali mempertahankan gelar juara yang sudah beberapa tahun ini kita pertahankan," katanya.

Peringatan Hari Santri ini, kata Saiful Illah, menjadi refleksi bahwa santri merupakan salah satu pilar penjaga keamanan bangsa. Di mana, melalui pendidikan Agama Islam para santri harus menjaga bangsa dengan spirit keagamaan yang toleran.

Peserta dari MWC NU Wonoayu dengan bendera merah putih panjang dalam peringatan Hari Santri di Sidoarjo Minggu 20 Oktober 2019 Foto Farizngopibarengid
Peserta dari MWC NU Wonoayu dengan bendera merah putih panjang dalam peringatan Hari Santri di Sidoarjo, Minggu 20 Oktober 2019. (Foto: Fariz/ngopibareng.id)

Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo, Riza Ali Fauzi mengatakan, jika kegiatan ini merupakan kegiatan pawai budaya untuk menunjukkan bahwa santri juga dapat berkreasi.

Ia menilai para santri sudah seharusnya di tengah kemajuan teknologi yang ada saat ini harus berkreasi dengan teknologi yang ada agar dapat memakmurkan seluruh masyarakat. Hal itu, katanya telah direpresentasikan KH Ma'ruf Amin yang dilantik sebagai Wakil Presiden.

"Santri ke depan barometer karakter pemimpin di republik ini. Terbuki hari ini ada pelantikan yang mana KH Ma'ruf Amin adalah representasi santri. Makanya, kami ambil tema Santri Unggul Indonesia Makmur yang mana kita harapkan santri mampu tampil dan melek teknologi sehingga lebih pede lagi," katanya saat ditemui di Pendopo Kabupaten Sidoarjo.

Dengan peringatan ini ia berharap, para santri harus kembali kepada karakter kesantrian yang toleran sehingga dengan goncangan apapun bangsa akan tetap utuh dengan kebersamaan.

"Karakter kesantrian harus tetap melekat seperti toleransi, santri yang amanah dan santri yang menyampaikan kejujuran. Sehingga apapun kondisi dan goyangannya santri mampu menfilter dan meluruskan info ke masyarakat. Tidak hanya menyampaikan di internal saja tapi sudah out of the box sampai luar," pungkasnya.

Penulis : Fariz Yarbo
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini