PSSI Jatim Tak Jadi Hentikan Liga 3, Ini Pertimbangannya

09 Oct 2019 18:44 Liga Indonesia

Asprov PSSI Jawa Timur memutuskan batal menghentikan kompetisi Liga 3 Jatim. Beberapa hari kemarin, mereka memang berencana membekukan kompetisi, lantaran ada insiden kerusuhan saat pertandingan.

Sebelumnya, PSSI sempat mengatakan akan menghentikan kompetisi Liga 3 Jatim karena kejadian memalukan yang dilakukan suporter Persibo Bojonegoro dan suporter Persipro Probolinggo, pada 5 Oktober 2019.

Namun, setelah melakukan pertemuan dengan 38 perwakilan klub di Jatim, Asprov PSSI Jawa Timur mengurungkan niat pembatalan tersebut. Pertimbangannya adalah banyak klub yang akan dirugikan. Selain itu, kompetisi ini juga hampir berakhir.

"Jadi sesuai kesepakan kompetisi tetap kita lanjutkan. Dengan beberpa catatan kalau ada kerusuhan lagi maka klub dan pihak yang terlibat akan kita tindak tegas," kata Sekretaris PSSI Jatim, Amir Burhannudin, Rabu 9 Oktober 2019.

Tindakan tegas yang dimaksud Amir ini, yakni mereka tidak pandang bulu siapa saja yang salah akan diproses. Jika yang terlibat perangkat pertandingan maka akan diistirahatkan. Sedangkan para pemain atau suporter 'nakal' akan mendapat saksi.

"Akan ada tindakan tegas tanpa pandang bulu, tim, suporter, official, pemain dan perangkat pertandingan semuanya akan kami tindak," sambungnya.

Selanjutnya, untuk musim kompetisi tahun depan, PSSI Jatim tidak memasukkan pemain senior di Liga 3 Jatim. Hal ini dikarenakan pemain senior sering melakukan provokasi ke juniornya untuk melakukan kekerasan.

"Pemain senior diatas U-23 tidak kita masukkan, karena dari pertimbangan kasus kekerasan selama ini pemain senior sering melakukan provokasi ke juniornya," ancam Amir.

Atas kejadian ini, tiga perangkat pertandingan yang memimpin laga Nganjuk United vs Persibo Bojonegoro, Persema Malang vs Deltas Sidoarjo, Persipro Probolinggo vs Persid Jember diistirahatkan hingga akhir kompetisi.

Ketua Komite Wasit PSSI Jatim, Purwanto memutuskan untuk memberhentikan perangkat pertandingan karena menganggap ada kesalahan berdasarkan bukti yang ada.

"Memang kita lihat dari tayangan video ada kesalahan pengambilan keputusan yang dilakukan wasit. Sehingga, kami memberhentikan dan akan kita lakukan penyegaran ulang," ucap dia.

Penulis : Haris Dwi
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini