Ilustrasi Pusat Grosir Surabaya yang sempat ditutup karena virus Corona. (Foto: Erfan Hazransyah/Ngopibareng.id)
Ilustrasi Pusat Grosir Surabaya yang sempat ditutup karena virus Corona. (Foto: Erfan Hazransyah/Ngopibareng.id)

PSBB Surabaya Diberlakukan, Pasar dan Minimarket Boleh Buka?

Ngopibareng.id Jawa Timur 22 April 2020 10:19 WIB

Kota Surabaya dan sekitarnya yang meliputi Gresik dan Sidoarjo, tinggal menghitung hari akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ada kekhawatiran warga jika PSBB Surabaya diberlakukan, warung, pasar-pasar tradisional, maupun minimarket akan tutup. Warga juga dilarang untuk keluar sembarangan untuk berbelanja.

Tak heran jika kemudian, banyak warga Surabaya dan sekitarnya banyak menimbun sembako untuk kebutuhan sendiri selama PSBB Surabaya diterapkan. Contohnya saja, seperti kemarin yang terjadi saat Lumbung Pangan Jawa Timur dibuka di Jatim Expo. Ribuan orang langsung menyerbu.

Atas kekhawatiran ini, belum ada jawaban yang pasti. Karena meski izin untuk melaksanakan PSBB Surabaya sudah dikeluarkan Kementerian Kesehatan, namun itu masih sebatas persetujuan pemerintah pusat. Persetujuan itu, belum mengatur detil apa-apa saja yang dilarang saat PSBB Surabaya diberlakukan. Masih butuh aturan pelaksana lainnya yaitu Peraturan Gubernur atau Peraturan Walikota atau Bupati yang lebih detil mengatur pelaksanaan PSBB di Surabaya.

Namun meski aturan di pelaksananya belum muncul, namun setidaknya soal apakah warung, pasar tradisional atau minimarket masih tetap buka saat PSBB nanti sedikit ada gambaran.

Dalam draft Peraturan Gubernur Jawa Timur yang mengatur soal PSBB ini disebutkan ada pengecualian penghentian kegiatan penduduk yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan pokok. Draft ini banyak beredar di media sosial. Artinya warung, pasar dan minimarket kalau menurut draft ini masih boleh buka.  

Namun meski ada pengecualian untuk aktivitas pemenuhan kebutuhan pokok, draft ini menyebut dalam melayani pemenuhan kebutuhan penduduk selama pemberlakuan PSBB pelaku usaha diminta mengutamakan pemesanan barang secara daring, melakukan penyemprotan disinfeksi secara berkala pada tempat usaha, melakukan deteksi dan pemantauan suhu tubuh karyawan dan konsumen yang memasuki pasar/toko serta memastikan karyawan yang bekerja tidak sedang mengalami sakit atau menunjukkan gejala suhu tubuh di atas normal, batuk, pilek, diare dan sesak nafas dan sebagainya.

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

17 Jan 2021 17:00 WIB

Hoaks! Warga harus Keluar dari Mamuju

Warta Bumi

Info warga harus keluar dari Mamuju, hoaks!

17 Jan 2021 16:44 WIB

Semeru Waspada, Jalur Pendakian Ditutup Sementara

Jawa Timur

Imbau masyarakat tak lakukan aktivitas di jarak satu kilometer

17 Jan 2021 16:35 WIB

Narasi Kebencian di Tengah Pendemi (1): Stop Umbar Nafsu

Ahmad Zaini

Catatan khusus Akhmad Zaini

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...