Para pengunjung lokasi wisata selekta di Malang memakai masker. (Foto: Istimewa)
Para pengunjung lokasi wisata selekta di Malang memakai masker. (Foto: Istimewa)

Protokol Kesehatan yang Ketat Picu Pulihnya Ekonomi di Jatim

Ngopibareng.id Rek, Ojok Angel Tuturane 02 November 2020 05:23 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai penerapan protokol kesehatan ketat dan disiplin akan dapat memulihkan perekonomian secara baik di provinsi itu. "Itu (protokol kesehatan) yang terpenting. Mari dijaga dan semua pihak harus disiplin," ujarnya di Surabaya.

Sektor perekonomian, kata dia, terangkat dari sektor pariwisata salah satunya karena adanya hari libur panjang dan mendatangkan banyak pengunjung.

Selain itu, pada momentum hari-hari lainnya juga tidak sedikit wisatawan datang seiring dibukanya tempat-tempat wisata, khususnya di Jatim.

Khofifah tak bosan mengingatkan kepada semua pihak, mulai pengelola, pengunjung maupun siapapun yang terlibat di sektor pariwisata untuk menomorsatukan protokol kesehatan.

"Apalagi, sektor wisata sangat terdampak dan berefek pada roda perekonomian lainnya, seperti jasa penginapan atau hotel, biro perjalanan, pedagang souvenir, makanan dan minuman dan lainnya," kata Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.

Gubernur Khofifah juga telah mengunjungi sejumlah lokasi pariwisata, di antara di Selecta dan Jatim Park Grup (JTP) di Kota Batu.

Untuk mengetahui penerapan protokol kesehatan yang diterapkan di sana, Khofifah menyempatkan melihat langsung area wisata sejarah, wisata dinopark hingga wisata keindahan lampu di setiap wahana.

"Saya melihat penerapan protokol kesehatannya memang sangat ketat. Wisatawan yang datang juga saling menjaga," katanya.

Di sisi lain, situasi Covid-19 di Jatim sesuai data nasional pada Minggu sore, pukul 16.00 WIB, secara kumulatif konfirmasi sebanyak 52.718 kasus, yang rinciannya dirawat jumlahnya 2.241 kasus (4,25 persen), angka sembuh mencapai 46.701 kasus (88,59 persen) dan meninggal dunia totalnya 3.776 kasus (7,16 persen).

Terkait sebaran zonasi, sejak beberapa hari terakhir belum berubah atau daerah berstatus zona orange (risiko penularan sedang) sebanyak 15 daerah, sedangkan zona kuning (risiko penularan rendah) jumlahnya 23 daerah.

Tentang pemeriksaan tes cepat dan tes usap, yakni sudah dilakukan sebanyak 1.033.319 kali tes cepat atau dengan populasi 40 juta penduduk di Jatim maka 1 dari 39 orang telah dites, kemudian tes usap mencapai 481.728 kali atau 1 dari 84 orang sudah diuji.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Feb 2021 13:28 WIB

Akhir Pekan, 72 Penumpang KA di Stasiun Malang Pakai Test GeNose

Perhubungan

Test Genose mulai ada di Stasiun Malang Kota Baru.

28 Feb 2021 13:14 WIB

Masuk Zona Kuning, Anggota DPRD Provinsi Jatim Puji Satgas Covid

Jawa Timur

Jatim masuk zona kuning, anggota DPRD Provinsi Jatim puji kinerja Satgas.

28 Feb 2021 12:44 WIB

Gadaikan Mobil Sewaan Pasutri Diciduk Polisi

Kriminalitas

Pasutri nekat gadaikan mobil sewaan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...