Komandan militer pasukan Quds, Jenderal Esmail Qaani. (Foto: Irib)

Profil Esmail Qaani Pemimpin Baru Pasukan Elite Iran

Internasional 10 January 2020 21:37 WIB

Iran berikrar akan ada 'pembalasan lebih kejam' setelah komandan militer pasukan Quds, Jenderal Qasem Soleimani, tewas dalam serangan drone Amerika Serikat.

Setelah Qasem Soleimani dibunuh, Esmail Qaani ditunjuk untuk menjabat pasukan elite Quds. Pasukan Quds adalah kesatuan khusus Garda Revolusi Iran yang beroperasi di luar negeri dan dibentuk pascarevolusi Iran pada 1979 untuk mempertahankan negara.

Dikutip dari kantor penyiaran negara Iran, Irib, Esmail Qaani lahir di Kota Mashad. Sebuah kota dengan populasi terbanyak kedua di Iran dan lokasi para peziarah Syiah. Dia bergabung dengan Garda Revolusi Iran pada 1980, setahun setelah Revolusi Islam.

Sebagaimana halnya Qasem Soleimani, Esmail Qaani adalah tentara veteran Perang Iran-Irak pada 1980 hingga 1988, yang mempertemukan militer pemerintah baru Iran melawan pasukan Presiden Irak Saddam Hussein.

Esmail Qaani mengatakan, persahabatan dengan Soleimani dijalin melalui masa-masa konflik. Setelah perang berlangsung, Esmail Qaani bergabung dengan pasukan Quds dan ditempatkan di Khorasan, yang berbatasan dengan Afghanistan dan Turkmenistan.

Tidak banyak yang tahu, apa yang dilakukan Esmail Qaani di sana. Namun diyakini, ia tengah menangani kepentingan prioritas di bagian timur, seperti memerangi penyelundupan narkotika sekaligus menyokong Aliansi Utara di Afghanistan dalam pertempuran melawan Taliban.

Sosok Esmail Qaani juga disebut-sebut melakukan tugas administratif harian dan menyalurkan dana untuk pasukan Quds hingga akhirnya mendapat sorotan Amerika Serikat ketika dia dijatuhi sanksi pada 2012.

Tantangan Esmail Qaani dalam menggantikan Soleimani cukup besar. Pasalnya, Qasem Soleimani dikenal berperan penting dalam meningkatkan pengaruh Iran di Timur Tengah, dengan memainkan peranan di Suriah, Irak, Libanon, dan Yaman.

Sosok Qasem Soleimani juga dipandang sebagai pahlawan oleh banyak kalangan di Iran dan bahkan orang terkuat nomor dua di Iran setelah Pemimpin Agung Ayatollah Khamenei.
Saat berbicara menanggapi kematian Qasem Soleimani, Esmail Qaani mengucapkan ikrarnya.

"Allah Maha Besar telah berjanji untuk melakukan balasan atas Soleimani yang menjadi martir. Jelas tindakan-tindakan akan ditempuh," ucapnya kepada kantor penyiaran negara Iran, Irib.

Sementara saat mengumumkan Esmail Qaani sebagai pengganti Qasem Soleimani, Ayatollah Khamenei mengatakan pasukan Quds "tidak berubah".

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Apr 2020 04:02 WIB

25 Hikmah Pandemi Covid-19 bagi Dunia

Warta Bumi

Hamid Basyaib mendaftar hikmah pandemi Corona.

08 Apr 2020 23:39 WIB

Radang Selaput Otak, Glenn Fredly Meninggal

ngopiNEWS

Mendiang dirawat di rumah sakit saat meninggal.

08 Apr 2020 23:20 WIB

Lima Negara yang Paling Cepat Pulih dari Covid-19

Internasional

BBC membuat daftar negara yang paling cepat pulih perekonomiannya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.