Profesor Bambang Tri Rahardjo dikukuhkan menjadi Guru Besar Universitas Brawijaya (UB) di Bidang Ilmu Hama Tanaman, Rabu 20 November 2019. (Foto: Theo/ngopibareng.id)
Profesor Bambang Tri Rahardjo dikukuhkan menjadi Guru Besar Universitas Brawijaya (UB) di Bidang Ilmu Hama Tanaman, Rabu 20 November 2019. (Foto: Theo/ngopibareng.id)

Profesor UB Kenalkan Era Baru Pengelolaan Hama

Ngopibareng.id Pojok Unibraw 20 November 2019 14:29 WIB

Guru Besar Fakultas Pertanian (FP) Universitas Brawijaya (UB), Profesor Bambang Tri Rahardjo, menilai masyarakat seringkali salah kaprah terhadap pengertian hama. Menurutnya, hewan yang bisa masuk pengertian hama yaitu yang merusak tanaman dan merugikan secara ekonomi.

"Sebab mungkin saja suatu tanaman rusak karena dimakan binatang, tetapi jika tidak menimbulkan kerugian ekonomi, berarti binatang tersebut bukan disebut sebagai hama," ujarnya saat ditemui ngopibareng.id, di Ruang Senat, UB, Gedung Rektorat Lantai 2, jelang pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar Universitas Brawijaya (UB) di Bidang Ilmu Hama Tanaman, Rabu 20 November 2019.

Sebagai contoh, Bambang menyebut serangan ulat Cricula Trifenestrata pada tanaman alpukat. Hewan ini menghabiskan seluruh daun tanaman.

"Karena berguguran justru tanaman alpukat berbuah lebat, karena kotoran yang dihasilkan memberikan tambahan nutrisi bagi tanaman alpukat itu sendiri," ujarnya.

Namun, Bambang mengatakan, hal ini justru menjadi sebuah ketakutan bagi masyarakat. Dalam dunia pertanian, ketakutan ini ia sebut dengan istilah entomophobia. Akibat phobia ini, petani biasanya akan menyemprotkan pestisida untuk menghindari kegagalan panen.

"Saya memperkenalkan yang namanya manipulasi habitat. Untuk menstabilkan ekosistem. Sebab kalau ada hama, pasti ada juga musuh alami hama. Namun dengan penggunaan pestisida seringkali mematikan musuh alami hama," terangnya.

Contoh pengendalian hama melalui manipulasi habitat, menurut Bambang, yaitu dengan cara penanaman tumbuhan untuk menarik serangga bermanfaat, seperti tanaman sejenis sawi, bunga matahari, wortel, marigold, jagung, dan tanaman buncis.

"Tumbuhan itu dapat ditanam di sela-sela tanaman utama. Karena makanan serangga bermanfaat itu adalah yang mengandung nectar. Nanti telur yang dihasilkan oleh serangga itulah yang akan menjadi larva. Di mana makanan utamanya adalah hama perusak tanaman," jelasnya.

Penelitian Bambang berjudul "Era Baru Pengelolaan Hama Tanaman dengan Manipulasi Habitat" dibawakan dalam orasi ilmiahnya dalam rangka pengukuhan dirinya sebagai Profesor dalam Ilmu Tanaman Hama. Acara digelar di Gedung Widyaloka UB.

Bersamaan dengan Bambang, UB juga akan mengukuhkan Profesor Yayuk Yuliati dalam bidang Ilmu Sosiologi Pertanian, dengan penelitian yang berjudul "Peningkatan Kapasitas Perempuan Tani dalam Menguatkan Feminisasi Pertanian".

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

30 Sep 2020 13:46 WIB

Pesona Janda Bolong yang Diburu Banyak Orang

Feature

Janda bolong tengah naik daun karena diburu banyak orang.

28 Jan 2020 19:11 WIB

UB Larang Gunakan Kemasan Plastik Sekali Pakai

Pojok Unibraw

Sosialisasi juga dilakukan pada pengunjung UB.

08 Jan 2020 20:14 WIB

Dosen Fakultas Teknik UB Renovasi Bengkel Otomotif Milik Difabel

Pojok Unibraw

Ingin komunitas difabel lebih produktif

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...