Prof Ali Aziz: Kotoran Hati Dihilangkan dengan Wudhu

25 Nov 2019 04:51 Islam Sehari-hari

Banyak orang melakukan perbuatan tak terpuji: menyebarkan berita palsu atau hoaks. Mereka telah berbohong kepada Allah dan kepada masyarakat Indonesia. Mereka telah mengadu domba ulama dengan umara. Mereka menciptakan kecurigaan antara pemerintah dengan ulama. Tentu ini bersumber dari mulut yang tak pernah dibersihkan dengan air wudhu.

Prof Dr H M Ali Aziz, MAg, guru besar dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya memberikan pesan-pesan penting.

“Air Wudhu itu menghilangkan kotoran dalam hati, kulit atau fisik hanya pelantaraan, kalian tidak akan masuk surge jika hati kalian kotor, kalau hanya sekedar bersih dengan mandi sudah cukup,” lanjut Prof Ali Aziz.

Ketika berwudhu jangan meningalkan berkumur sembari diniatkan membersihkan kotoran atau kesalahan yang ada di mulut. Mulut sangat mudah menyinggung banyak orang. Mulut adalah sumber kesesatan manusia. Banyaknya dosa bagi manusia itu ada pada lisannya.

“Wudhulah yang lama agar hati bersih. Tapi kalau wudhu di masjid jangan lama-lama kasihan yang antri. Makanya wudhu di rumah,” terang Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Selain itu, di saat wudhu cucilah mata. Karena mata sering melihat maksiat. Cuci tangan sebelum berwudhu adalah anjuran bagi umat Islam. Ketika kita membasuh tangan maka berdoalah agar saat menerima buku catatan dengan tangan kanan. “Berdoalah agar tangan ini bisa menghasilkkan karya untuk mengubah dunia,” lanjut Prof Ali Aziz.

Prof Ali Aziz berpesan shadaqah tidak hanya dengan uang. Shadaqah yang mudah adalah membuat orang lain senang. Membuat orang lain semangat dalam hidupnya. Tentu itu dengan cara memperbanyak wudhu agar wajah selalu cerah.

Sebagian di antara rukun wudhu adalah tertib. Tertib merupakan rukun terakhir dari rukun wudhu yang berjumlah enam, yaitu

(1) Niat;

(2) Membasuh wajah;

(3) Membasuh kedua tangan sampai sikut;

(4) Mengusap kepala;

(5) Membasuh kedua kaki sampai mata kaki; dan

(6) Tertib.

Secara bahasa, tertib adalah teratur dan berurutan. Dalam istilah syariat, tertib adalah menempatkan sesuatu sesuai tempat dan urutannya. Dengan demikian, tertib dalam wudhu adalah memulai dari membasuh wajah, lalu membasuh kedua tangan sampai sikut, lalu mengusap kepala dengan air, kemudian membasuh kedua kaki sampai mata kaki.

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini