Pria Pakistan berusia 32 tahun, Mohammad Ikram, jago biliar menggunakan dagu. (Al Jazeera/AP)

Pria Pakistan Jago Biliar Pakai Janggut

26 Oct 2020 23:15

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Mohammad Ikram, laki-laki berusia 32 tahun, adalah sosok populer di negaranya, Pakistan. Penyandang disabilitas ini dikenal jago bermain biliar menggunakan janggut. Ikram lahir tanpa dua lengan tangan.

Kegemarannya menyodok bola biliar muncul sejak kecil. Ia sering melihat anak-anak lain, bermain bola di meja yang berdebu, di usia 10 tahun. "Saat itu saya berharap punya lengan, dan bisa bermain bola biliar," katanya dilansir Al Jazeera.

Namun, ia tak menyerah. Ikram mampu menyodok bola menggunakan bagian tubuhnya yang lain, dan kemudian berani ikut pertandingan di klub setempat. "Awalnya mereka tak percaya,tetapi setelah saya buktikan, mereka ganti memuji kemampuan saya," lanjutnya.

Mohammad Nadeem, pemilik Klub Biliar di Samundri, Provinsi Punjab, Pakistan, mengatakan sempat melarang Ikram bermain di tempatnya, sekitar 12 tahun silam. "Saya berkata, 'kamu tak bisa bermain ini'," katanya. Namun Ikram tak mau menerima penolakan. "Ketika ia menyodok bola menggunakan dagunya, itu langsung membuat saya kagum karena sodokannya sama bagusnya dengan yang lain yang menggunakan tangan," katanya.

Sejak itu, Ikram sering menempuh jarak 12 kilometer, dari rumahnya ke klub biliar. Ia kini memenangkan tiga kejuaraan lokal, dan popularitasnya meningkat tak hanya di Punjab, tapi juga di seantero Pakistan akibat perhatian media.

Bagi ibunya, Razia Bibi, anak sulung dari delapan bersaudara itu memiliki tempat istimewa. Meski tak pernah melihat Ikram bermain, Razia Bibi ikut bahagia. "Kami dulu membayangkan jika dia akan bahagia jika punya lengan. Tapi sekarang, dunia akan gembira ketika melihatnya bermain," katanya.

Kini Ikram memiliki cita-cita, mampu mengharumkan nama Pakistan di luar negeri, dengan dukungan pemerintahan Perdana Menteri Imran Khan, mantan atlet kriket yang membawa timnya menang di Piala Dunia 1992.

"Saya berharap bisa bermain di luar negeri dan membawa ketenaran untuk Pakistan," kata Ikram. Kaki kanannya ia sandaran di meja biliar, lehernya ia tekuk, dan ia kembali menyodok bola menggunakan dagunya. (Alj