Presiden Petahana Kalah dari Komedian di Pilpres Ukraina

22 Apr 2019 13:25 Politik

Penyelenggaraan Pilpres 2019 tak hanya digelar di Indonesia. Negara Ukraina pun menggelar ajang akbar lima tahunan tersebut.

Pilpres di Ukraina harus berlangsung dalam dua putaran, seperti Pilkada DKI Jakarta 2017. Namun ada yang unik dalam Pilpres Ukraina kali ini. Kandidat capres bukan hanya 2 atau 3 orang saja, namun ada 39 orang kandidat yang maju sebagai capres Ukraina.

Selain jumlah capres yang begitu banyak, ada satu nama yang menjadi perhatian publik Ukraina yakni Volodymyr Zelensky. Mungkin bagi orang Indonesia, nama Zelensky kurang terkenal.

Namun di Ukraina, ia adalah salah satu komedian ternama yang sering mengisi acara komedi satire dengan mengkritik pemerintahan. Ia juga memiliki program di televisi Ukraina dengan judul Servant of the People. Dalam program itu ia berperan sebagai Presiden Ukraina.

Di dunia nyata, Zelensky maju di Pilpres Ukraina 2019. Ia didukung oleh partai buatannya sendiri yang diberi nama yang sama seperti program televisinya, Servant of The People.

Dilansir dari BBC, Zelensky dan 37 orang lainnya harus berhadapan dengan capres petahana Ukraina yang kini juga menjadi presiden negara tersebut, Petro Poroshenko.

 

Keputusan Zelensky untuk maju dalam Pilpres Ukraina 2019 ternyata merupakan keputusan yang benar baginya. Pada putaran pertama, meski ia belum pernah memiliki pengalaman dalm dunia politik, namun dari program komedinya d televisi, ia bisa mendapatkan 30,24 persen suara dari total 100 persen masyarakat Ukraina yang mengikuti Pilpres 2019.

 

Zelensky bahkan unggul jauh diatas capres petahana yang hanya mendapat 15,95 persen suara. Dengan hasil itu, Pilpres Ukraina harus digelar dalam dua putaran.

 

Putaran kedua sudah mulai di pada tanggal 21 April 2019 kemarin, dan hasil yang mengejutkan dari quickcount dan exit poll Pilpres Ukraina adalah Zelensky kini memimpin perolehan suara dengan presentase 73,17 persen suara dibanding capres petahana 24,5 persen.

 

Jika penghitungan suara pada Minggu, 28 April 2019 telah usai dan Zelensky benar-benar unggul, ia akan dilantik sebagai presiden Ukraina untuk lima tahun mendatang.

 

Sama seperti Capres di Pilpres Indonesia, Prabowo Subianto yang telah merayakan kemenangan meski hasil quick count menyatakan ia kalah. Zelensky juga telah merayakan kemenangan bersama pendukugnya namun bedanya dengan Prabowo, Zelensky memenangai quick count secara nasional bukan dari hasil internal partai, itu dasar Zelensky percaya diri untuk merayakan kemenangan.

 

Bahkan Zelensky mengajak pendukungnya untuk tetap tenang menghadapi hasil quick count. "Tetap harus tenang meskipun hasilnya terlihat kita menang. Saya tak akan mengecewakan kalian semua (pendukung)," ujar Zelensky.

 

Ia juga mengajak warga Ukraina untuk bekerja sama dan berperan aktif dalam politik Ukraina di masa depan. "Saya belum resmi menjadi presiden. Namun hasil ini membuat kita tahu bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Lihat saya, anything possible bukan?," pungkasnya.

 

Di lain pihak, capres petahana Ukraina, Poroshenko mengatakan bahwa ia sedikit kecewa dengan hasilnya. Presiden yang mempimpin Ukraina dari tahun 2014 itu juga berkelakar bahwa ia akan tetap berpolitik meski kalah.

 

"Hasilnya mengecewakan bagi kami dan diluar prediksi, Tapi tak masalah. Selamat untuk yang menang, saya akan tinggalkan kantor kepresidenan namun saya tak akan berhenti dari dunia politik," ujar Poroshenko. (alf)

Reporter/Penulis : Alief Sambogo
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini