Aksi menolak revisi UU KPK. (Foto:BeritaTagar)

Presiden Masih Punya Kesempatan Gagalkan Revisi UU KPK

Hukum 14 September 2019 07:15 WIB

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Zaenal Arifin Mochtar mengatakan, Presiden Joko Widodo masih memiliki kesempatan menggagalkan revisi Undang-Undang (RUU) Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk disahkan menjadi UU KPK.

Kata Zaenal, meski telah menerbitkan surat presiden (surpres) terkait usulan RUU KPK, Presiden Jokowi masih memiliki peluang untuk menggagalkan RUU itu bisa lolos menjadi UU.

"Undang-Undang itu kan dibahas ada lima tahapan, yakni pengajuan, pembahasan, persetujuan, pengesahan, pengundangan. Nah masih ada dua wilayah, presiden masih bisa menolak kalau dia mau," kata dia.

Dari lima tahapan itu, kata Zaenal, presiden masih memiliki kewenangan untuk menentukan pasal mana yang bisa dibahas atau sama sekali menolak pembahasan bersama dengan DPR RI. Untuk menentukan pasal-pasal tertentu yang bisa dibahas, Presiden dapat meminta Menpan RB dan Menkum HAM untuk mengawalnya.

"Problemnya seberapa kuat ini dipesankan pada Pak Yasonna (Menkum HAM) dan Menpan RB untuk ngawal atau untuk mengatakan: "eh Pak Yasonna dan Pak Menpan RB kalau DPR memaksakan pasal ini kita cabut tidak jadi pembahasan," kata dia mencontohkan.

Selain itu, meski telah dibahas, lanjut Zaenal, Presiden Jokowi juga masih memiliki peluang untuk menolak menyetujui bersama RUU KPK. "Dia bisa menolak mengatakan saya tidak menyetujui," kata dia.

Oleh sebab itu, ia berharap Presiden Jokowi berani menolak membahas bersama dan menyetujui bersama, sebelum memasuki proses pengesahan RUU menjadi UU.

Sebab, apabila Presiden baru menolak saat pengesahan atau tidak menandatangani, maka dalam waktu 30 hari RUU itu dengan sendirinya akan menjadi UU dan wajib diundangkan. Hal itu mengacu Undang-Undang Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.

"Saya tidak berhenti berharap Presiden berani untuk menolak membahas bersama dan menolak menyetujui bersama," kata Zaenal. (an/ar)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Sep 2020 17:51 WIB

Besok Presiden Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai

Nasional

Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilomoter, besok doresmikan Presiden.

23 Sep 2020 00:49 WIB

BTS Kembali Pidato di Sidang Umum PBB

ngopiK-pop

BTS akan menjadi pembicara khusus di Sidang Majelis Umum PBB ke-75.

23 Sep 2020 00:31 WIB

Jokowi Trending karena Tampil Perdana di Sidang PBB Bersama BTS

Nasional

Nama Jokowi trending di Twitter karena akan tampil perdana di Sidang PBB.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...