Ilustrasi Presiden Joko Widodo saat berada di Papua beberapa waktu lalu. (Foto: jawapos.com)

Presiden: Kejar Pelaku Penembak di Nduga Papua

Nasional 04 December 2018 12:45 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri, bergerak cepat untuk menyelesaikan kasus penembakan terhadap 31 pekerja Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua.

Jokowi memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian setelah menerima laporan ada kejadian  tetsebut.

"Kejadiannya itu di Kabupaten Nduga, dulu memang warnanya merah. Saya dulu pernah ke sana," kata Jokowi saat ditanya wartawan usai menghadiri Peringatan Hari Anti Korupsi di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa 4 Desember 2018.

Jokowi meminta Panglima TNI dan Kapolri menyelidiki  sampai tuntas kasus tersebut. Sebab, masih ada kabar yang simpang siur.

"Saya perintahkan tadi pagi ke Panglima dan Kapolri untuk dilihat dulu, karena ini masih simpang siur. Karena diduga itu, karena sinyal di sana nggak ada. Apa betul kejadian seperti itu," katanya.

Jokowi menyadari pembangunan di tanah Papua memang ada kesulitan, termasuk adanya gangguan dari kelompok bersenjata. Akibat kejadian ini pembangunan Trans  Papua dihentikan dulu sampai situasinya pulih.

Panglima TNI Hadi Tjahyanto dikabarkan sudah terbang ke Papua melalui Timika. Panglima akan mengecek langsung tempat kejadian. Sementara Polri menyebut tewasnya pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua diduga karena diberondong kelompok kriminal bersenjata (KKB). Motif pembunuhan tersebut masih belum jelas.

"Ini diberondong, diduga diberondong oleh KKB tersebut yang mengakibatkan beberapa meninggal dunia," kata Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen M Iqbal dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa 4 Desember 2018.

Iqbal menyebut korban pemberondongan tersebut kebanyakan orang Papua. Dia sangat menyesalkan peristiwa pembunuhan itu.

"Kebanyakan juga korban adalah diduga masyarakat Papua. Saudara kita yang ingin membangun Papua diberondong," sebut dia.

Iqbal menegaskan motif pemberondongan pekerja proyek jembatan Trans Papua oleh KKB belum jelas. Dia menyebut, informasi yang beredar di masyarakat soal motif hingga jumlah korban, sejatinya belum dapat dipastikan. Soal jumlah korban, ada yang menyebut  26 orang, ada pula yang menyebut 31 orang. "Semuanya masih belum jelas," kata Iqbal.

Sebelumnya diberitakan, polisi menerima laporan jika ada penembakan 31 pekerja proyek Trans Papua di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Polisi menerima laporan ini pada Senin 3 Desember kemarin sekitar pukul 15.30 WIT. (asm)

 

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Feb 2020 21:05 WIB

GPP KONI Jatim Pasang Target Tinggi di Putaran Kedua Proliga

Volli

Asah mental pemain agar lebih siap menghadapi PON XX 2020 Papua

25 Feb 2020 09:15 WIB

Ovy Noviardhyani Melukis Panorama Papua Adalah Nostalgia

Feature

Melukis panorama Papua adalah nostalgia bagi Ovy.

22 Feb 2020 21:35 WIB

PSSI Jatim Target Emas di PON

Liga Indonesia

Ingin kembalikan kejayaan sepakbola Jatim di PON setelah dua periode gaga.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.