Presiden Jokowi menghadiri akad nikah putri dari Rais Am PBNU KH Miftachul Akhyar di area Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, Kamis, 20 Juni 2019. (Foto: Biro Pers Setpres)

Presiden Jokowi Minta PPDB 2019 Dievaluasi

Nasional 20 June 2019 17:02 WIB

Presiden RI Joko Widodo mengatakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini mengalami banyak kendala.

"Banyak hal yang harus dievaluasi dari penyelenggaraan PPDB tahun ini," katanya di sela penyerahan 3.000 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat, di GOR Tridharma Petrokimia Gresik, Kamis 20 Juni 2019.

Lanjut Jokowi, sehingga proses pelaksanaan di lapangan harus dievaluasi. "Tanyakan kepada Menteri Pendidikan (Menteri Pendidik dan Kebudayaan) memang di lapangan banyak masalah yang perlu dibenahi," katanya.

Saat ditanya apa yang harus dievaluasi soal PPDB, Presiden kemudian meminta wartawan untuk menananyakan langsung kepada Mendikbud, Muhadjir Effendy. "Tanyakan ke Mendikbud detailnya," kata Jokowi, singkat.

Sebumnya, Kehadiran Jokowi di Surabaya juga sempat diwarnai teriakan protes warga terkait sistem zonasi PPDB.

Hal itu terjadi usai Jokowi menghadiri akad nikah putri dari Rais Am PBNU KH Miftachul Akhyar di area Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, Kamis, 20 Juni 2019 siang.

Saat Jokowi hendak memasuki mobil, tiba-tiba dari arah warga terdengar seseorang berteriak soal sistem zonasi PPDB jenjang SMP tahun ini.

"Pak Jokowi, tolong revisi Permendikbud 51, anak saya nggak bisa sekolah negeri," ujar pria itu menembus kerumunan warga yang hendak bersalaman dengan Presiden. (frd)

Penulis : Farid Rahman

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 11:32 WIB

Jokowi Cabut Keppres Pemberhentian Anggota KPU Evi Novida

Hukum

Evi Novida telah menenangkan gugatan di PTUN.

05 Aug 2020 22:16 WIB

Karyawan Gaji di Bawah Rp5 Juta dapat Bantuan Pemerintah

Nasional

Alokasi bantuan selama 6 bulan.

05 Aug 2020 20:56 WIB

Presiden Terbitkan Inpres Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Nasional

Dalamnya terdapat aturan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...