Pesan Presiden Jokowi di Idul Adha 1440 H

11 Aug 2019 12:53 Nasional

 

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana melaksanakan salat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriah di Lapangan Astrid, Kebun Raya Bogor, Minggu 11 Agustus 2019.
Presiden tampak bersarung dengan mengenakan kemeja koko putih lengkap dengan peci hitam.

Kedatangan Jokowi yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Praktikno disambut oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Kepala LIPI Laksana Tri Handoko, dan Kepala Kebun Raya Bogor R. Hendrian.
Bertindak selaku khatib (penceramah) sekaligus imam dalam salat Idul Adha ini adalah dosen Perguruan Tinggi An-Nuaimy Jakarta Selatan,

H Iqbal Subhan Nugraha. Ia menyampaikan khotbah dengan tema 'Berkurban adalah Stimulus untuk Meningkatkan Ibadah Sosial'.

Hewan kurban yang diberikan presiden berupa seekor sapi peranakan ongole Indonesia seberat 1 ton 2 kilogram Foto BPMI Setpres
Hewan kurban yang diberikan presiden berupa seekor sapi peranakan ongole Indonesia seberat 1 ton 2 kilogram. (Foto: BPMI Setpres)

Selepas melaksanakan salat Idul Adha dan mendengarkan khotbah, Jokowi dan istri menyerahkan hewan kurban kepada Kepala LIPI yang juga Panitia Penyelenggara Idul  Adha setempat, Laksana Tri Handoko.
Hewan kurban yang diberikan presiden berupa seekor sapi peranakan ongole Indonesia seberat 1 ton 2 kilogram.


Presiden berpesan agar momen Idul Adha ini dijadikan pendorong untuk meningkatkan  ketakwaan kepada Allah SWT dan hubungan antar manusia. Diharapkan momen ini juga bisa meningkatkan kesalehan sosial di antara sesama masyarakat.


"Yang paling penting di hari raya Idul Adha ini adalah dari sisi kurban. Pengorbanan adalah dorongan untuk melakukan kesalehan sosial yang  masih  harus didorong agar seluruh umat bisa melakukannya dengan baik. Baik dengan teman, dengan tetangga, dengan saudara, dengan rekan sekampung. Hal-hal yang berkaitan dengan kesalehan sosial itu harus terus didorong,” pesan Presiden.

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini