Presiden Jokowi menyampaikan pidato perdana usai dilantik menjadi Presiden RI di Gedung MPR, Minggu, 20 Oktober 2019. (Foto: Ant)
Presiden Jokowi menyampaikan pidato perdana usai dilantik menjadi Presiden RI di Gedung MPR, Minggu, 20 Oktober 2019. (Foto: Ant)

Presiden Jokowi Akan Pangkas Jumlah Eselon

Ngopibareng.id Nasional 20 October 2019 18:12 WIB

Presiden Joko Widodo ​​menyatakan akan memangkas birokrasi dengan cara menyederhanakan eselonisasi menjadi hanya dua level.

"Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta disederhanakan menjadi dua level saja. Diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi," kata Jokowi saat berpidato usai dirinya dilantik menjadi Presiden periode 2019-2024 di gedung MPR/DPR/DPD Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019.

Presiden juga menekankan pentingnya para menteri, pejabat dan birokrat agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. "Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot," ujar Presiden.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengatakan dalam lima tahun ke depan ingin menetapkan empat kebijakan, yaitu pertama pembangunan sumber daya manusia (SDM), kedua pembangunan infrastruktur, ketiga penyederhanaan regulasi, termasuk keempat penyederhanaan birokrasi.

"Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasi yang panjang harus kita pangkas," katanya.

Presiden Jokowi juga menyoroti soal transformasi ekonomi. "Kita harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Presiden.

Di awal pidato, Presiden selain peningkatan sumber daya manusia yang jadi prioritas, juga masih akan dilanjutkan.

"Pembangunan infrastruktur akan kita lanjutkan. Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mempermudah akses ke kawasan wisata, yang mendongkrak lapangan kerja baru, yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat," katanya.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

23 Nov 2020 19:07 WIB

SPSI Terima Kenaikan UMK di Jatim yang Tak Signifikan

Ekonomi dan Bisnis

Khofifah dianggap beranui ambil keputusan tak sesuai SE Menaker soal upah.

23 Nov 2020 16:15 WIB

Khofifah Minta Sekolah Matangkan Persiapan PTM

Pendidikan

Mendikbud rencana buka sekolah secara normal 2021 mendatang.

22 Nov 2020 23:03 WIB

UMK Jatim Final, Ini Rinciannya

Jawa Timur

Sebanyak 27 daerah naik, 11 daerah tetap

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...