Presiden Jokowi Bertemu PM Jepang, Sebelum ke Tanah Air

04 Nov 2019 11:14 Nasional

Berbagai agenda penting menunggu Presiden Joko Widodo pada hari ke empat kunjungan kerjanya di Bangkok, Thailand. Kepala Negara akan memulai rangkaian acaranya dengan menghadiri KTT ASEAN Plus Three (APT) di Impact Exhibition and Convention Center, Senin 4 November 2019.

APT merupakan hubungan kerja sama yang melibatkan ASEAN dengan tiga negara Asia Timur, yakni Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Sekitar tengah hari, Presiden Joko Widodo akan menghadiri acara makan siang sambil membicarakan pembangunan berkelanjutan bersama dengan para pemimpin ASEAN dan Sekretaris Jenderal PBB.

Selanjutnya, secara berturut-turut Presiden akan hadir dalam KTT ke-14 Asia Timur, mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia, menghadiri KTT ke-22 ASEAN-Jepang, menghadiri KTT ke-3 RCEP, dan mengikuti upacara penutupan rangkaian acara KTT ke-35 ASEAN.

Rangkaian kegiatan kunjungan kerja Presiden akan diakhiri dengan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang sebelum bertolak kembali menuju Tanah Air.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam siaran pers yang diterima ngopibareng.id Senin 4 November 2019 pk. 09.45 WIB disebutkan Presiden dalam pertemuan bilateral ini akan didampingi Menko Polhukam, Menko Ekonomi, Menteri Sekretaris Negara serta Menteri Perdagangan.

Sebelumnya diberitakan, di sela rangkaian acara KTT ke-35 ASEAN, Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. Pertemuan berlangsung di Impact Exhibition and Convention Center pada Minggu, 3 November 2019.

Presiden Joko Widodo dalam pertemuan itu menyampaikan ucapan selamat atas peran baru Kristalina sebagai Direktur Pelaksana bagi IMF pada Oktober lalu. Kristalina merupakan Direktur Pelaksana IMF pertama yang berasal dari negara ekonomi yang sedang berkembang (Bulgaria).

"Ini adalah merupakan Managing Director dari IMF pertama yang berasal dari emerging economy," ujar Menteri Luar Negeri dalam keterangannya di Hotel Grand Hyatt Erawan, Bangkok, Minggu, 3 November 2019.

Retno mengatakan, keduanya dalam pertemuan tersebut banyak bertukar pikiran mengenai situasi ekonomi dunia dan di kawasan. Kristalina menyampaikan bahwa saat ini perekonomian dunia sedang mengalami perlambatan, bahkan mengalami pertumbuhan terendah dalam satu dekade terakhir. Meski demikian, kondisi di negara-negara ASEAN termasuk Indonesia dinilainya jauh lebih baik.

"Beliau mengatakan bahwa ekonomi ASEAN masih berada di bright spot in the world economyBright spot-nya ada di ASEAN," tuturnya.

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini