Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya Jakarta. (Foto:ist)

Presiden Jadi Irup Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Nasional 01 October 2019 07:45 WIB

Presiden Joko Widodo, pagi ini Selasa 1 Oktober 2019, akan bertindak selaku Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila , di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya, Halim Jakarta Timur.

Upacara ini akan dihadiri Wapres Jusuf Kalla, Mentri Kabinet Kerja Jokowi JK, Panglima TNI, KSAD, KSAU, KSAL dan Kapolri, serta perwakilan negara-negara sahabat di Jakarta.

Anggota DPR RI baru yang akan dilantik hari ini, menurut rencana menghadiri upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini. Namun kabar terakhir dibatalkan mengingat situasi keamanan dengan maraknya aksi unjuk rasa di kawasan Gedung DPR RI Senayan oleh aliansi Badan Eksekutuf Mahasiswa (BEM ).

Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud ) selaku penanggung jawab pelaksanaan Hari Kesaktian Pancasila, mengatakan persiapan upacara berjalan lancar. Peserta upacara terdiri prajurit TNI - Polri, pelajar, pemuda dan mahasiswa.

Mendikbud mengatakan Hari Kesaktian Pancasila ini tak dapat dipisahkan dengan Peristiwa G 30 S
yang didalangi oleh PKI yang terjadi tahun 1965. Tujuh prajurit TNI diculik kemudian dibunuh secara keji kemudian dikubur dalam sumur lubang buaya di kawasan Halim Jakarta Timur. Untuk mengenang tujuh pahlawan revolusi yang gugur tersebut, di lubang buaya ini dibangun Monumen Pancasila Sakti.

Pada monumen itu berdiri tegak Tujuh pahlawan revolusi. Mereka adalah Jenderal Ahmad Yani, Letjen Suprapto, Letjen M T Haryono, Letjen Siswondo Parman, Mayjen D. I. Pandjaitan, Mayjen Sutoyo Siswomiharjo dan Kapten Pierre Tendean. Sementara lambang Garuda Pancasila berada di atasnya.

Di kawasan Monumen Pancasila Sakti ini, dilengakapi bangunan yang dulu dipergunkan oleh Gerwani dan Pemuda Rakyat sebagai Posko, dapur umum, dan tempat tujuh pahlwan revolusi itu dihabisi nyawanya sebelum dimasukkan dalam sumur berdiameter kurang dari 1 meter.

Sumur yang menjadi saksi kekejaman G 30 S PKI, berada di bawah cungkup sekitar 50 meter dari patung tujuh pahlawan revolusi.

Selesai upacara biasanya presiden bersama undangan berkeliling monumen. Ada yang meneteskan air mata saat melihat lubang buaya, membayangkan betapa kejamnya para pembunuh pahlawan revolusi tersebut.

Selain tujuh pahlawan revolusi, putra semata wayang alm Jendral Nasution, Ade Irma Suryani Nasution juga meninggal dunia terkena tembakan. Sedang Jendral Nasution selamat. Ajudannya Pierre Tendean gugur sebagai perisai, karena mengaku Nasution yang dicari oleh gerombolan anggota G30S PKI. 

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Jun 2020 12:23 WIB

Jubir Presiden Fadjroel Rachman Jadi Komisaris PT Waskita Karya

Nasional

Erick Thohir rombak Jajaran komisaris dan direksi PT Waskita Karya.

06 Jun 2020 07:05 WIB

Protes Massa Merebak, Obama: Tak Mudah Hapus Rasisme di AS

Internasional

Praktik rasisme sudah berurat berakar selama 400 tahun.

05 Jun 2020 20:20 WIB

11 Hari Dwi Sasono Dipenjara, Widi Mulya Akhirnya Bersuara

Selebriti

Widi Mulya tak pernah membayangkan Dwi Sasono terjerat narkoba.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...