Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan rusuh demo ditunggangi asing. (Foto:Antara)
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan rusuh demo ditunggangi asing. (Foto:Antara)

Prabowo: Demo Rusuh Ditunggangi Asing

Ngopibareng.id Nasional 13 October 2020 11:33 WIB
Kerusuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja beberapa hari lalu ditunggangi pihak asing, kata Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
 
"Saya tidak yakin pemuda atau mahasiswa melakukan kerusuhan. Ini pasti anasir yang dibiayai asing. Tidak mungkin seorang patriot membakar milik rakyat. Kalau mau demo silahkan demokrasi itu boleh demo, masak bakar milik rakyat. Jadi kalau sudah begitu kita harus sangat waspada," kata Prabowo dalam sebuah wawancara yang dirilis DPP Partai Gerindra, hari Selasa.
 
Kata Prabowo, banyak peserta asing yang belum membaca UU Ciptaker dan termakan hoaks. "Banyak sekarang ini yang kemarin demo itu belum baca hasil omnibus law itu dan banyak hoaks. Banyak hoaks di mana-mana seolah ini tidak ada, itu tidak ada," kata Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Menurut Prabowo, hoaks yang mengiringi UU Cipta Kerja bertujuan menimbulkan kekacauan di dalam negeri. Bahkan, ia menyebut, dalangnya berasal dari luar negeri.
 
"Ada kekuatan-kekuatan asing, ada negara-negara tertentu di dunia yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju," tegas Prabowo.
 
Prabowo menceritakan, dirinya sempat terperangkap dalam aksi massa penolakan UU Cipta Kerja. Dia pun menyayangkan, saat menggelar aksinya banyak mahasiswa yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak di tengah pandemi COVID-19.
 
"Ini kan mencelakakan anak-anak kita. Dalang ini tidak bertanggung jawab sama sekali. Saya sangat prihatin. Ini kan lagi COVID-19," ujarnya.
Prabowo berharap semua pihak bersabar dan mempersilakan untuk melakukan uji materi atau judicial review atas UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).
 
"Cobalah kita sabar, kita atasi dulu, kita coba. Kalau UU ini tidak bagus pelaksanaannya, tidak baik, bawalah ke judicial review, ke MK, sudah berkali-kali kok dalam sejarah terjadi," katanya.
 
Menurutnya, UU Cipta Kerja yang dipelopori Presiden Joko Widodo memiliki tujuan yang baik, yakni mengurangi hambatan-hambatan yang bisa membuat lambat kebangkitan ekonomi di Indonesia
 
Apalagi, Indonesia saat ini tengah diterpa pandemi COVID-19 yang berdampak negatif ke semua sektor. Buruh juga menjadi salah satu yang terdampak dari keadaan yang terjadi saat ini.
 
"Jadi ini kadang-kadang suatu dilema, katakanlah buah simalakama. Kita mau bantu buruh sekarang dan semua yang sulit tidak hanya buruh. Kalau terlalu kenceng terhadap pengusaha, pengusaha akan pindah," tuturnya. (ant/asm)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Dec 2020 05:46 WIB

Menuju Allah dengan Cinta, Pesan Imam Al-Ghazali

Khazanah

Mahabbah, modal awal menjalin komunikasi pada Allah SWT

05 Dec 2020 05:29 WIB

Selesai Salat Lalu Tidur, Memakmurkan Masjid Justru Lebih Mulia

Islam Sehari-hari

Kemuliaan bagi para pemakmur masjid

05 Dec 2020 04:41 WIB

Neraka dan Pilihan Ketemu Artis di Akhirat! Ini Penjelasan Ulama

Islam Sehari-hari

Terkait seorang mengolok-olok neraka, apa hukumnya?

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...