Prabowo Bilang Deindustrialisasi, Jokowi Bangun Indonesia Centris

13 Apr 2019 20:53 Politik

Capres nomor 02 Prabowo Subianto menyatakan pandangannya bahwa bangsa kita berada dalam arah yang salah. Hal ini bila diteruskan kita akan salah arah. Sementara Capres Nomor 01 Joko Widodo menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di Indonesia dengan pembangunan infrastruktur dengan orientasi Indonesia centris, dan bukan pada orientasi Jawa centris.

"Kami berpandangan bahwa bangsa kita sekarang ini dan sudah berjalan lama berada dalam arah yang salah. Arah ini kalau diteruskan tidak akan memungkinkan membawa kesejahteraan yang sebenarnya bagi bangsa Indonesia," tuturnya.

"Terjadi deindustrialisasi dan tiadanya strategi yang dijalankan pemerintah. Kenapa tidak melakukan industrialisasi, tapi infrastruktur. Jangan-jangan dengan infrastruktur itu makin memudahkan barang-barang asing masuk ke Indonesia," kata Prabowo, menambahkan.

Sementara itu, Capres nomor 01 Joko Widodo memandang, pentingnya infrastruktur sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan di Indonesia.

"Kami membangun infrastruktur tidak hanya di jawa saja, tidak Jawa centris, melainkan Indonesia centris. Selain itu, ada pengembangan kawasan ekonomi khusus, pariwisata yang bisa berimbas pada perkembangan ekonomi berbasis desa.

"Oleh sebab itu, sumberdaya alam (SDA) strategis yang sebelumnya dikelola oleh asing kembali dikuasai negara, dari Blok Mahakam, Blok Rokan, dan juga Freeport," kata Jokowi.

Kemandirian SDA dinilai penting karena berkaitan erat dengan ekonomi yang adil. Sehingga, kesejahteraan masyarakat yang dicita-citakan dapat terlaksana.

"Di bidang kesejahteraan sosial, kami mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar. bagi anak-anak keluarga yang tak mampu bisa kuliah hingga ke perguruan tinggi. Dengan KTI anak-anak bisa kuliah dari lulusan SMA untuk ke luar negeri," tuturnya.

Pada bagian berikutnya, Prabowo mengatakan cita-cita pendiri bangsa sudah menyimpang. Dia berbicara soal UUD 1945.

"Ini sudah terbukti bahwa kita telah menyimpang dari cita-cita pendiri bangsa kita," sebut Prabowo.

"Dalam UUD 1945 sangat jelas rancang bangun ekonomi kita. Sangat jelas bahwa kita tidak bisa membiarkan kekayaan nasional mengalir ke luar negeri," sebut Prabowo.

Dua pasangan capres-cawapres yakni Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tiba di panggung debat kelima Pilpres 2019. Ada yang menarik saat Prabowo menapaki panggung debat.

Debat kelima Pilpres 2019 berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019. Pasangan Jokowi-Ma'ruf dipanggil terlebih dahulu. (adi)

"Kami membangun infrastruktur tidak hanya di jawa saja, tidak Jawa centris, melainkan Indonesia centris. Selain itu, ada pengembangan kawasan ekonomi khusus, pariwisata yang bisa berimbas pada perkembangan ekonomi berbasis desa," kata Joko Widodo.
Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini