Pejabat Wali Kota Makassar M. Iqbal Suhaeb. (Foto: Antara/Darwin Fatir)

Positif Corona di Makassar Meninggal, Setelah Pulang Umroh

Nasional 24 March 2020 10:44 WIB

Satu pasien dalam pemantauan (PDP) virus corona baru (COVID-19) dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Grestelina Makassar, Sulawesi Selatan.

"Izin melaporkan semalam seorang PDP meninggal dunia di RS Grestelina. Laki-laki berusia 55 tahun. Riwayat pulang umrah," kata Pejabat Wali Kota Makassar M. Iqbal Suhaeb di Makassar, Selasa.

Pelaporan tersebut disampaikan melalui pesan singkat di jejaring sosial media grup pewarta. Meski demikian, pasien itu berbeda travel dengan pasien positif 285 yang lebih dahulu meninggal.

Ia mengemukakan hingga saat ini tim kesulitan mendapat data biro perjalanan yang memberangkatkan umrah almarhum, beserta alamat para jamaah.

Pihaknya berharap, biro perjalanan yang dimaksud bisa menyampaikan sesegera mungkin jamaahnya untuk dilacak siapa saja yang pernah kontak dengan almarhum, kendati belum terkonfirmasi positif COVID-19, agar bisa mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat ini kami kesulitan mendapat data 'travel' yang baru saja memberangkatkan umrah beserta nama alamat jamaahnya. Jika kami bisa dapatkan tentu lebih mudah petugas kami untuk 'tracking' (menelusuri) satu persatu semua yang satu pesawat," ungkap dia.

Dari infomasi yang diperoleh, biro jasa perjalanan umrah yang memberangkatkan almarhum diketahui bernama Travel Meidia berlokasi di kompleks Ruko Zamrud depan Masjid HM Asyik Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kota Makassar.

Berdasarkan pantauan dari situs resmi Pemerintah Provinsi Sulsel, covid19.sulselprov.go.id, pukul 11.00 Wita, tercatat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) meningkat menjadi 149 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) ikut meningkat 54 orang, sedangkan positif dua orang.

Sebanyak dua orang positif tersebut masing-masing pasien dengan kode 285 (meninggal dunia) di Rumah Sakit Siloam dua pekan lalu dan pasien dengan kode 286 masih dirawat di ruang isolasi infeksi center Rumah Sakit Umum Pusat Wahidin Sudirohusodo.

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Sep 2020 14:20 WIB

Pelanggar Protokol di Kota Malang Terbanyak, ini Kata Walikota

Jawa Timur

Kota Malang peringkat pertama pelanggar protokol kesehatan.

18 Sep 2020 14:05 WIB

Ditilang Karena Tak Bermasker Dalam Mobil, Ini Kata Jubir Satgas

Nasional

Media sosial ramai membincangkan warga yang ditilang akibat tak bermasker .

18 Sep 2020 13:45 WIB

Surabaya Masuk Daftar Kandidat Tempat Pembukaan Piala Dunia

Dunia

Menpora nilai Surabaya paling siap.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...