Poros Ketiga PKB-PAN-PKS, Solusi Parpol Patah Hati

06 Aug 2018 16:41 Politik

Bermula dari para kiai sepuh yang mendatangi PBNU, Sabtu 4 Agustus lalu, kini poros ketiga kembali menjadi solusi. Setidaknya solusi bagi parpol patah hati karena tak kunjung dapat restu dari capres koalisi.

Adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dengan suport penuh dari para kiai pesantren besar se Indonesia (Kiai Nusantara), kini mulai berani untuk mendeadline Jokowi. "Jadi cawapres Jokowi, atau tidak sama sekali" begitulah pesan para kiai yang melakukan pertemuan di gedung PBNU akhir pekan lalu.

Saat itu, setidaknya hadir 95 kiai sepuh lengkap dengan para Gus atau Lora (putra kiai atau kiai muda). Pertemuan di PBNU juga dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.

Juru bicara kiai Nusantara, KH Anwar Iskandar mengatakan, dalam pertemuan itu para kiai sepakat bulat mendorong Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai cawapres Jokowi. "Para kiai dan PBNU menyepakati 'kalimatin wahidah wa shaffin wahidah' (satu bahasa dan satu barisan) mendukung dan mengawal Cak Imin menjadi cawapres," ujar KH Anwar yang juga pengasuh pesantren Al Amin Kediri ini.

Dukungan bagi Cak Imin bukanlah tanpa dasar, kesempatan untuk memajukan kader NU berlaga di pilpres adalah tujuan utama. Majunya Cak Imin sebagai cawapres Jokowi, membuka peluang kader NU berada di garda depan untuk memperbaiki kondisi bangsa.

"Ada kesempatan emas untuk membangun dan membesarkan NU. Dan wapres yang kami sepakati kita dukung dan perjuangan ialah Pak Muhaimin Iskandar dan berpasangan dengan Pak Jokowi," tandasnya.

Salah seorang Lora (sebutan putra kiai asal Madura) yang ikut dalam pertemuan ini mengatakan, mengusung Cak Imin sebagai cawapres adalah harga mati. Artinya, jika Jokowi tidak merespon tuntutan ini, hampir pasti PKB akan keluar dari koalisi Jokowi. "Poros ketiga adalah pilihan realistis karena kemungkinan bergabung dengan Prabowo juga sangat kecil," ujar Lora ini.

Guna membangun poros ketiga, PKB yang disuport penuh kiai juga telah berkomunikasi dengan PKS dan PAN. Dengan PKS, kebuntuan poros koalisi Prabowo menjadi pintu masuk utama.

Sejauh ini, PKS masih ngotot memajukan dua nama rekomendasi Ijtima Ulama yakni Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad menjadi cawapres Prabowo. Belakangan, munculnya Demokrat, dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Rising Star menjadi kunci buntunya PKS memajukan calon.

Sementara komunikasi dengan PAN yang dibangun PKB sejauh ini juga berjalan mulus. Rakernas PAN untuk menentukan arah koalisi yang sedianya dimulai hari ini Senin 6 Agustus 2018 juga diundur. "Iya kita mundurkan sedikit. Mudah-mudahan hanya 1-2 hari saja," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno.

Mundurnya rakernas PAN, disebut-sebut juga bagian dari upaya untuk membangun poros ketiga. Koalisi PKB dengan PAN dan PKS ini diharapkan bisa segera terwujud sehingga bisa menguntungkan tiga parpol tersebut ketimbang hanya ikut sebagai penggembira di kubu Jokowi maupun kubu Prabowo.

Uniknya, jika koalisi Jokowi dan Prabowo belum klir nama cawapres, sebaliknya koalisi ketiga malah sudah duluan mengusung nama cawapres yakni Cak Imin. Dua nama yakni Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan Gubernur DKI Anies Baswedan adalah calon presiden utama dari poros ketiga ini.

Apakah, koalisi poros ketiga ini benar-benar akan terwujud ? Kita tunggu saja...(man)

Editor : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini