Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo. (Foto: harianmerapi.com)

Ponpes Ngruki Bersiap Menyambut Kedatangan Ba'asyir

Hukum 21 January 2019 14:47 WIB

Meski Abu Bakar Ba'asyir menolak grasi dari presiden, namun Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki yang berada di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, sudah mulai mempersiapkan diri untuk penyambutan Abu Bakar Ba`asyir. Abu Bakar Ba`asyir terpidana kasus terorisme yang juga pengasuh pondok tersebut, diberikan grasi oleh Presiden Joko Widodo dengan alasan kemanusiaan.

Terlihat sejumlah pekerja mulai mendirikan tenda di sekitar masjid pondok pesantren di Kabupaten Sukoharjo, Senin.

"Kami siapkan tempat di masjid, daya tampungnya lebih dari 1.000 orang, jumlah santri saja sudah ada 600 orang," kata Pejabat Humas Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Muchson.

Ia mengatakan untuk santri putra akan ditempatkan di masjid lantai bawah, sedangkan santri putri di lantai dua. Sedangkan untuk mengantisipasi kemungkinan banyaknya orang yang ingin menyambut, pihaknya juga memasang tenda di sebelah masjid.

"Ini untuk mengantisipasi kalau sebagian warga ada yang mengikuti penyambutan," katanya.

Sesuai dengan rencana, dikatakannya, nantinya ketika sudah sampai di pondok, Abu Bakar Ba'asyir akan langsung masuk ke masjid untuk menunaikan shalat dua rakaat.

"Kemungkinan akan ada sambutan langsung dari Beliau, tetapi kami masih melihat kondisi Beliau. Kalau memungkinkan ya sambutan, kalau tidak memungkinkan akan langsung istirahat. Nantinya sambutan akan diwakili pengacara atau keluarga," katanya.

Ia mengatakan sejauh ini belum mengetahui kondisi terakhir kesehatan Abu Bakar Ba'asyir.

Pihaknya juga belum memberikan informasi mengenai rencana kepulangan pengasuh pondok pesantren tersebut kepada para santri.

"Belum kami informasikan ke santri, biar mereka fokus belajar dulu," katanya.

Sebelumnya, putra Abu Bakar Ba`asyir, Abdul Rochim Ba'asyir mengatakan pascapembebasan tersebut Abu Bakar Ba'asyir akan tinggal di kediaman Abdul Rochim di Kompleks Pondok Al Mukmin Ngruki.

Sedangkan mengenai aktivitas ke depan, dikatakannya, akan lebih banyak beristirahat.

"Kondisi sudah tua sehingga kegiatan dakwah tidak seperti sebelumnya. Beliau akan banyak istirahat di rumah," katanya.

Sementara itu, mengenai kesehatan ayahnya, Abdul mengatakan saat ini dalam kondisi cukup baik.

"Kaki beliau yang sebelumnya bengkak saat ini sudah berkurang, tetapi masih sering kram dan pinggang sakit. Memang usia Beliau sudah tua tetapi kesehatan membaik dari sebelumnya," katanya.

Pengacara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma`ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, Jumat 18 Januari menyambangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Teroris Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terkait upaya membebaskan Abu Bakar Ba`asyir.

Yusril mengatakan sudah melakukan pembicaraan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kedatangannya beberarapa kali dan upaya meyakinkan agar Abu Bakar Ba`asyir bebas dari tahanan.

Yusril mengatakan Presiden mempunyai beberapa pertimbangan untuk membebaskan Abu Bakar. Pertama, alasan kemanusiaan mengingat usia Abu Bakar Ba`asyir sudah menginjak 81 tahun dan dalam keadaan sakit yang memerlukan perawatan.

Selain itu, Abu Bakar Ba`asyir sudah menjalankan pidana kurungan selama sembilan tahun di lapas tersebut.

Ia menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo membebaskan Abu Bakar dengan berpesan jangan ada syarat yang memberatkan. (ant)

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Feb 2020 23:40 WIB

Tahun 2020, Kabupaten Pasuruan Dapat Kuota Transmigrasi 5 KK

Ngopibareng Pasuruan

Transmigrasi tujuan Muna, Sulawesi Tenggara, dan Paser, Kaltim.

24 Feb 2020 11:59 WIB

Antisipasi Corona,118 WNA Ditolak Masuk ke Indonesia

Nasional

89 WNA mencoba masuk dari Bandara Ngurah Rai, Bali.

31 Jan 2020 14:59 WIB

Sakit, Dua Warga Iran Ngotot Minta Suntik Morfin di Aceh

Nasional

Standar medis di Indonesia tak menggunakan morfin untuk pengobatan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.