Pimpinan baru Ponpes Gontor Ponorogo: KH Hasan Abdullah Sahal, KH Akrim Mariyat, Prof KH Amal Fathullah Zarkasyi. (Foto: Istimewa)

Ponpes Gontor Umumkan Pimpinan Baru Trimurti

23 Oct 2020 18:37

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Setelah wafatnya dua sosok pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yaitu KH Syamsul Hari Abdan dan KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Abdullah Said Basarmus mengumumkan pergantian tongkat estafet kepemimpinan di hadapan para santri.

"Keputusan ini berdasarkan tentang pentingnya estafet perjuangan para Trimurti pendiri PMDG," tutur Kiai Said dalam keterangan Jumat 23 Oktober 2020.

Keputusan itu merupakan hasil keputusan sidang luar biasa Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Kamis 22 Oktober 2020 yang dihadiri 12 anggota Badan Wakaf PMDG, 8 orang hadir secara fisik dan 4 orang hadir secara virtual.

"Hasil keputusan sidang menyatakan bahwa pimpinan PMDG yang baru KH Hasan Abdullah Sahal, KH Akrim Mariyat, Prof KH Amal Fathullah Zarkasyi untuk periode 2020-2025," terang Kiai Said yang dibacakan di depan ribuan santri usai melaksanakan salat Jumat.

Sebelumnya, Pimpinan Pondok Pesantren Gontor, KH Abdullah Syukri Zarkasyi dikabarkan meninggal dunia, Rabu, 21 Oktober 2020, pukul 15.50 WIB. KH Abdullah Syukri meninggal di kediamannya, di Gontor.

Pria yang lahir pada 19 September 1942 itu merupakan putra pertama dari KH. Imam Zarkasyi, salah seorang Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.

“Mohon doanya semoga dosanya diampuni, dan amal ibadahnya diterima Allah SWT, dan semoga husnul khatimah,” jelas adik almarhum, Prof. Amal Fathullah Zarkasyi, Rabu lalu.

Almarhum menamatkan Sekolah Dasar di desa Gontor pada tahun 1954. Setelah menamatkan Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 1960, ia melanjutkan studi di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga mendapatkan gelar Sarjana Muda tahun 1965.

Adapun gelar Lc. didapat dari Al Azhar University Kairo, Mesir pada tahun 1976. Kemudian melanjutkan studi di lembaga yang sama hingga meraih gelar MA. pada tahun 1978, dan gelar Doctor Honoris Causa pada 2005 dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.