KH Muhammad Khobari, pengurus Ponpes Al Hikmah Langkaban, Blitar menolak rencana pendirian pesantren di lingkungan sekolah negeri. (Foto: Choirul Anam/Ngopibareng.id)
KH Muhammad Khobari, pengurus Ponpes Al Hikmah Langkaban, Blitar menolak rencana pendirian pesantren di lingkungan sekolah negeri. (Foto: Choirul Anam/Ngopibareng.id)

Ponpes Al Hikmah Tolak Rencana Pendirian Ma'had di MTsN 3 Blitar

Ngopibareng.id Jawa Timur 25 November 2020 11:12 WIB

Pondok Pesantren Al Hikmah Langkaban yang ada di desa Maron, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar menolak keras terhadap rencana pendirian Ma’had atau pesantren di dalam sekolahan MTs Negeri 3. Hal ini, karena keberadaan Mts Negeri 3 itu dinilai mengganggu eksistensi Pesantren Al Hikmah Langkaban.

Pengurus Ponpes Al Hikmah Langkaban, KH Muhammad Khobari mengatakan Ponpes Al Hikmah ini berdiri sejak tahun 1830. Ponpes ini sudah mendeklarasi sebagai sebagai lembaga pendidikan keagamaan dan lembaga dakwah.

"Wacana pendirian Ma’had atau pesantren di lingkungan MTs Negeri 3 sangat disayangkan. Ini sudah menyalahi aturan," katanya yang juga Ketua Pengurus Pondok Pesantren Al Hikmah.

Lanjut Khobari, Mts ini dilahirkan oleh pesantren sejak tahun 1949. Kemudian, pada tahun 1995 melalui SK Menteri Agama RI No 515 A tertanggal 25 November 1995 menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri.

"Awal pendiriannya dulu memang untuk menopang dan mendukung pendidikan di pesantren. Karena, santri tidak hanya mendapatkan keilmuan keagamaan saja, tetapi juga bisa mendapat keilmuan formal," katanya.

Kata Khobari, sebelum menjadi madratsah negeri, pernah menjadi sekolah pendidikan guru agama. "Sehingga, hampur seluruh siswanya mondok di Pesantren Al Hikmah," katanya.

"Terus terang, kalau MTsN 3 akan didirikan Ma’had, santri Al Hikmah akan habis. Sebab 95 persen santri Al Hikmah adalah pelajar MTsN 3. Selama ini kita belum pernah diajak musyawarah dengan sekolah," katanya.

Ditemui terpisah, Heru Khoirudin berharap Departemen Agama, melalui Kepala sekolah MTsN 3 bisa segera berkomunikasi dengan pesantren yang sudah ada. Karena pesantren mempunyai tradisi sistem pendidikan yang cukup baik. Dan ini diakui oleh HOS Cokroaminoto.

"Pesantren itu mempunyai tradisi sistem pendidikan yang bagus. Karena itu, pihak sekolah harusnya melihat sejarahnya. Kalau pihak sekolah mau mendirikan pesantren, sementara di sekitar sekolah sudah ada pesantren, ya menurut saya kurang bijak," kata tokoh masyarakat setempat.

Mantan Ketua Ansor Kabupaten Blitar ini juga menyarankan agar pihak sekolah berkaca pada sekolah di Jombang, dimana banyak sekolah yang menjalin kerjasama dengan ponpes.

"Di sana banyak sekolah negeri yang kerjasama dengan pondok pesantren. Ini harusnya diterapkan. Bukan malah mau mendirikan ponpes di lingkungan pondok," katanya.

Semmentara, Kepala sekolah MTsN 3 Blitar, Lesus Nur mengatakan mengaku belum koordinasi dengan pihak pengurus pondok terkait rencana pendirian pesantren di lingkungan MTsN 3 ini.

Penulis : Choirul Anam

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Jan 2021 09:20 WIB

Kartika Putri Bakal Dipolisikan Youtuber, Ini Masalahnya

Selebriti

Dokter Richard Lee merasa dipermainkan Kartika Putri.

16 Jan 2021 09:08 WIB

Wajib, Jamaah Divaksin Covid-19 Sebelum Haji dan Umrah

Khazanah

Diberlakukan Pemerintah Arab Saudi bagi tamu di Masjidil Haram

16 Jan 2021 08:44 WIB

Mempermalukan AS di Mata Dunia, Trump Ciderai Demokrasi

Internasional

Dua Kali Dimakzulkan di DPR AS

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...