seorang polisi yang telah menyelamatkan balita yang terjatuh dari lantai empat rumah susun. (foto: kolase)

Polwan China Pertaruhkan Nyawa Untuk Selamatkan Balita yang Terjatuh

05 Mar 2018 16:33

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Seorang polisi wanita asal Tiongkok rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan seorang balita yang jatuh dari jendela lantai empat.

Dilansir dari South China Morning Post pada 4 Maret 2018, menjelaskan awal mula kejadian tersebut. dimana, Chen Zhongping awalnya menjalankan tugas sebagai pengatur lalu lintas di Kota Kaili, Provinsi Guizhou, Tiongkok.

Pada saat itu, ia diberitahu ada sebuah insiden di blok rumah susun di dekat tempatnya bertugas. Ketika sampai di tempat kejadian, ia melihat ke atas dan mendapati seorang anak berusia tiga tahun memanjat keluar dari jendela.

Balita tersebut berada di lantai empat rumah susun itu. Beberapa saat kemudian, balita  itu kehilangan pegangannya dan terjatuh.

Chen dan tiga orang yang melihat kejadian itupun berlari untuk menyelamatkan balita tersebut. Ketika diselematkan, Balita tersebut sempat tersangkut di sebuah kanopi hujan hingga membuat polisi itu  terluka saat menangkapnya dari atas.

Gadis kecil itu lalu dibawa ke rumah sakit untuk diobati karena menderita patah kaki. Chen justru harus mempertaruhkan nyawanya untuk bayi tersebut.

perempuan 49 tahun ini menderita pendarahan otak dan mengalami koma selama dua hari.  Usai mengalami koma, polwan tersebut baru sadarkan diri pada hari Jumat, 2 Maret 2018. Meski begitu ia masih harus mendapatkan perawatan intensif untuk pemulihannya.

Ibu si anak, yang tidak disebutkan namanya, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada wanita yang menyelamatkan putrinya itu.

"Kami berterima kasih kepada Bibi Chen atas bantuannya. Putriku pasti meninggal tanpa bantuan Chen. Mulai sekarang aku akan menganggapnya sebagai ibu pertamaku," ujarnya.

Pemerintah Kota Kaili dan biro keamanan publik juga telah mengunjungi Chen di rumah sakit. Mereka berjanji untuk melakukan semua yang mereka bisa untuk membantu Chen pulih. (*)