Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho. (Foto: Faiq/ngopibareng.id)

Dalami Kasus Pengrusakan Bendera, Polisi Periksa 72 Saksi

Surabaya 30 August 2019 21:00 WIB

Polrestabes Surabaya terus mendalami kasus dugaan pengrusakan bendera merah putih yang terjadi di asrama mahasiswa Papua Jalan Kalasan, Surabaya Jumat 16 Agustus lalu. Hingga saat ini tim penyidik telah memeriksa 72 saksi.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan pemeriksaan saksi-saksi hingga saat ini sebanyak 72 orang.

"Saat ini sudah diperiksa sebanyak 72 saksi," kata Sandi di Mapolrestabes Surabaya, Jumat 30 Agustus 2019.

Dari total 72 saksi, sebanyak 42 penghuni asrama mahasiswa Papua. Kemudian sisanya berasal dari ormas pendemo, warga pendemo, camat, dan Satpol PP.

Selain memeriksa beberapa saksi, penyidik juga akan mendalami rekaman CCTV yang berada di dekat lokasi Jalan Kalasan.

"Penyidik saat ini sedang melakukan pengembangan pemeriksaan CCTV, pada tanggal 15, 16, dan 17 Agustus 2019. Serta kemungkinan akan memeriksa beberapa saksi lagi untuk menambah keterangan. Kami masih dalami. Mudah-mudahan bisa lebih jelas dan terang siapa yang merusak bendera tersebut," ujar Sandi.

Sandi menambahkan, posisi bendera di Jalan Kalasan tersebut sempat berubah pada posisi awal. Selain itu tiang bendera sudah dalam keadaan bengkok.

"Para saksi mengatakan setelah pulang dari sholat Jumat mengetahui kalau bendera sudah tidak berdiri lagi di depan asrama. Kemudian dicermati lebih jauh kalau tiangnya sudah bengkok jadi tiga dan bendera masih terpasang. Namun posisinya sudah pindah. Yang tadinya tegak berdiri, menjadi di dalam selokan," kata Sandi.

Sandi juga menjelaskan dari keterangan saksi, jika ada seseorang yang membengkokkan tiang bendera merah putih yang berada di Jalan Kalasan. "Menurut keterangan saksi bahwa ada seseorang yang telah membengkokkan tersebut," kata Sandi.  

Diketahui sebelumnya bahwa dalam kasus pengerusakan bendera di Asrama Mahasiswa Papua, pihak yang menangani adalah Polrestabes Surabaya, sementara terkait kasus rasis dalam kejadian yang terjadi pada 16 Agustus 2019 lalu tersebut, Polda Jatim yang menanganinya.

Penulis : Faiq Azmi

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Jul 2020 16:57 WIB

Polrestabes dan DMI Surabaya Sepakat Bikin Gerakan Masjid Tangguh

Surabaya

Optimalkan peran Masjid dalam memerangi penyebaran Covid-19

02 Jun 2020 19:53 WIB

Kapolda Jatim Pimpin Sertijab Tiga Jabatan

Jawa Timur

Adalah jabatan Wakapolda Jatim, Irwasda dan Kapolrestabes Surabaya

14 Feb 2020 11:45 WIB

Penyidik Gelar Evaluasi Hasil Penyidikan Sebelum Bebaskan Zikria

Kriminalitas

Akan evaluasi hasil gelar perkara dan syarat yang diberikan pada tersangka

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...