Massa reuni 212. (Foto: Jose/Ngopibareng.id)

Politik Kemarin, 9 Nama Berebut Ketum Golkar hingga Reuni 212

Politik 03 December 2019 08:59 WIB

Pengembalian berkas sembilan orang calon ketua umum Golkar dan reuni 212 menjadi dua topik hangat politik yang tersaji di ngopibareng.id, Senin 2 Desember 2019 kemarin.

Munas Golkar

Panitia Munas ke-10 Partai Golkar resmi menutup tahapan pengembalian formulir bakal calon (balon) ketua umum (ketum) Partai Golkar. Sekretaris Komite Pemilihan Munas Golkar, Syahmud Basri Ngabalin, mengatakan kader yang mengambil formulir telah melakukan proses pengembalian.

"Dengan berakhirnya Pak Aris Mandji itu, karena yang mengambil formulir itu ada 9 orang, dan sembilan orang, ya Pak Aris Mandji orang ke-9, maka kita pastikan tidak ada lagi yang mendaftar," kata Syahmud, di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi Jakarta Barat, Senin 2 Desember 2019.

Tahap selanjutnya adalah verifikasi para pendaftar bakal calon ketua umum Golkar. Setelah itu, Komite Pemilihan akan memvalidasi para pendaftar.

Munas Partai Golkar akan berlangsung pada 3-5 Desember 2019 di Hotel Ritz-Carlton Jakarta. Rangkaian acara dimulai pada pukul 11.00 WIB dengan pendaftaran peserta, opening act, laporan ketua penyelenggara, pidato ketum, pidato presiden, hingga seremoni pembukaan munas.

Sebelumnya, sejumlah kader Partai Golkar telah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon ketua umum Partai Golkar. Para kader tersebut antara lain petahana Ketua Umum Golkar Airlangga Hartato, Wakorbid Pratama Bambang Soesatyo (Bamsoet), serta politikus senior Golkar Agun Gunandjar dan Indra Bambang Sutoyo.

Berikut ini kesembilan nama pendaftar bakal calon Ketum Golkar yang telah mengembalikan formulir:

1. Ridwan Hisjam
2. Ali Yahya
3. Achamad Annama
4. Indra Bambang Utoyo
5. Agun Gunandjar Sudarso
6. Bambang Soesatyo
7. Derek Lopatty
8. Airlangga Hartarto
9. Aris Mandji

Reuni 212 Desak Rizieq Dipulangkan

Reuni persaudaraan alumni 212 yang digelar di Monas, Senin 2 Desember 2019, mendesak Pemerintah Indonesia agar jangan mempersulit pemulangan Imam Besar FPI M Rizieq Syihab ke Indonesia.

Para tokoh 212 yang berorasi di depan puluhan ribu massa peserta Reuni 212, menganggap pemerintah mempersulit pemulangan Rizieq Syihab.

Orasi dilakukan secara bergantian. Di antaranya, disampaikan Ketua PA 212 Slamet Maarif, Ketua Umum FPI Sobri Lubis dan Ketum GNPF-U Yusuf Martak serta Neno Warisman.

"Pemilu sudah selesai, keamanan di tanah air cukup kundusif. Apa yang ditakutkan pemerintah untuk memulangkan pemimpin kami, Habib Rizieq ke negaranya sendiri," kata Ketua Umum FPI Sobri Lubis berapi-api.

Sobri Lubis, menyampaikan, pihaknya sudah mendengar penjelasan langsung dari Rizieq Syihab, bahwa Rizieq tidak ada masalah dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Ketika ia menanyakan kepada Duta Besar Arab Saudi di Indonesia, apa yang mempersulit pemulangan Sang Habib. "Dubes Arab Saudi minta supaya ditanyakan kepada Pemerintah Indonesia," katanya.

Dalam Reuni 212 ini bendera bergambar Rizieq Syihab dalam ukuran besar berkibar di beberapa titik. Pada bendera itu terdapat tulisan :"Pemimpin Islam sejati dan imam besar kami."

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, sebelumnya menegaskan, pemerintah tidak pernah menghalangi pemulangan Rizieq Syihab. Mantan Panglima TNI itu mengingatkan agar jangan ada pihak-pihak yang menjual isu seakan akan pemerintah melarang Rizieq pulang ke tanah air.

"Pemerintah tidak punya kepentingan apa-apa dengan pemulangan Rizieq," kata Moeldoko di Istana Negara Jumat 22 November 2019.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon hadir di acara Reuni 212. Fadli meminta Reuni 212 tak dipandang sebagai kegiatan yang negatif. 

"Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh para ulama, tokoh-tokoh umat Islam seperti yang terselenggara sekarang Maulid Akbar dan Reuni 212 harus disikapi dengan bijaksana. Harus disikapi dengan adil. Saya kira justru itu yang akan menciptakan kedamaian. Bukan disikapi dengan kecurigaan, kemudian stigmatisasi radikal dan lain-lain," ujar Fadli seusai menghadiri acara di Monas, Jakarta Pusat, Senin 2 November 2019.

Politikus PKS, Mardani Ali Sera, mengaku terenyuh saat menghadiri Reuni 212 di Monas. Salah satunya adalah saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin juga didoakan. 

"Saya tadi terenyuh. Doa pertama tadi bahkan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin pun didoakan untuk amanah dan dapat memimpin negeri ini secara adil. Bagus sekali," kata Mardani usai Reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat.

Peserta Reuni 212 seluruhnya sudah meninggalkan Monas. Mereka kembali ke kampung halaman masing masing menggunakan bus dan moda transpotasi komuter line melalui Stasiun Gambiar dan Tanah Abang.

Dalam pantauan ngopibareng.iddi lokasi, tidak ada insiden apapun, selama aksi massa Reuni 212 berlangsung.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Dec 2019 10:33 WIB

Penantang Airlangga Tetap Loyal Pada Golkar Dan Hasil Munas

Nasional

Beberapa mantan kandidat ketua umum Partai Golkar menyatakan tetap loyal pada Golkar

06 Dec 2019 06:58 WIB

Politik Kemarin, Munas Golkar hingga Dirut TVRI Dicopot

Nasional

Munas Golkar menetapkan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum.

05 Dec 2019 00:32 WIB

Aklamasi, Airlangga Hartarto Ditetapkan Sebagai Ketua Umum Golkar

Politik

Airlangga didukung 100 persen suara Munas X Golkar.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.