Kapten Fiorentina Davide Astori saat berlaga di Liga Seria A Italia. foto:ist

Polisi Turun Tangan, Kapten Fiorentina Davide Astori Dibunuh..??

05 Mar 2018 22:35

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Dugaan Kapten Fiorentina Davide Astori meninggal dunia lantaran serangan jantung tidak begitu saja dipercaya pihak kepolisan Italia. Terbukti, polisi turun tangan melakukan penyelidikan terkait meninggalnya mantan pemain Timnas Italia ini.

Jaksa Kota Udine, Antonio De Nicolo mengatakan jika proses pidana untuk kasus kematian Davide Astori telah dibuka. Meski sebelumnya sempat dia kabarkan jika dugaan sementara meninggal dunia karena serangan jantung.

Dilansir dari Football-Italia, Nicolo mengatakan jika polisi telah resmi melakukan investigasi terkait adanya dugaan pembunuhan berencana pada kasus kematian Davide Astori, Minggu 4 Maret 2018. "Kami telah membuka proses pidana atas dugaan pembunuhan," ujar Nicolo.

Selain melakukan sejumlah pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah saksi mata, polisi juga akan melakukan outpsi terhadap jasad pemain berusia 31 tahun yang rencananya dilakukan, Selasa 10 April 2018. "Prosedur otopsi merupakan hal normal dalam kasus kematian seperti ini, " jelasnya.

Sebelumnya, mantan pemain binaan AC Milan itu ditemukan sudah tak bernyawa di hotel tempat tim menginap menjelang laga Fiorentina melawan Udinese. Laporan dari Udine Today menyebut kematian Astori diketahui setelah salah satu rekannya mendobrak pintu kamar.

Tragedi kematian Astori ini banyak menimbulkan berbagai pertanyaan dan praduga. Sebab, sepakbola Italia dikenal memiliki tim medis paling canggih dalam urusan pencegahaan serangan jantung yang kerap terjadi pada olahragawan.

Selain itu, Astori juga dikenal sebagai pemain yang tidak punya catatan buruk dengan kesahatan. Bahkan menjadi pemain Fiorentina paling banyak turun ke lapangan. Dari 26 pertandingan, Astori hanya absen sekali, sisanya bermain penuh 90 menit.

Mungkinkah mantan pemain Cagliari yang sempat ditawar Manchester United ini benar-benar menjadi korban pembunuhan berencana?? (tom)