Topi berwarna hitam dengan bordir motif palu ini ditemukan Polisi di sekitar TKP penemuan mayat terbakar (foto : Hujaini/ngopibareng.id)

Polisi Temukan Titik Terang Pelaku Pembunuh Mayat Terbakar

Kriminalitas 27 January 2020 18:48 WIB

Penyelidikan kasus pembunuhan terhadap Rosidah, 17 tahun, mulai mengalami kemajuan. Polisi sudah menemukan titik terang siapa pelaku pembunuhan sadis di kebun kelapa di Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Sabtu 25 Januari 2020. Saat ini, sejumlah orang sedang menjalani pemeriksaan secara marathon.

"Saat ini telah ada beberapa nama yang kita lakukan pemeriksaan marathon karena ada dugaan-dugaan sebagai pelaku. Ini  semakin mendekati suatu hal yang baik," kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Senin, 27 Januari petang.

Lulusan Akademi Polisi tahun 1997 ini menyebut, penyidik tentunya memiliki alasan yang kuat sehingga nama-nama tertentu mengerucut ke arah dugaan sebagai pelaku. Selanjutnya, penyidik akan menghubungkannya dengan bukti materiil yang ada.

Mengenai saksi yang sudah dimintai keterangan, Arman menyebut, hari ini ada tambahan satu saksi lagi. Sehingga jumlah saksi yang dimintai keterangan seluruhnya ada 5 orang saksi.

"Untuk saksi ada peningkatan dari 4 menjadi lima. Jadi 5 orang saksinya sekarang," jelasnya.

Arman juga menyampaikan fakta lain berkaitan dengan kematian Rosidah. Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan tim Labfor Polda Jawa Timur, Rosidah diyakini tewas akibat dicekik. Kondisi korban diduga kekurangan oksigen lantaran tidak bisa bernafas dengan baik. Ini dikuatkan dengan bekas cekikan yang ada pada leher sebelah kiri korban.

"Yang bersangkutan diduga setelah dibunuh lalu dibakar," sambung dia.

Kapolresta sempat berkunjung ke rumah korban di Lingkungan Papring, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. keluarga Rosidah  mengapresiasi kinerja Kepolisian yang telah menangani kasus ini dengan cepat.

"Pihak keluarga juga menitipkan pesan agar bisa segera diungkap dan memasrahkan kepada penegak hukum untuk dihukum sesuai dengan perbuatannya," ujar Arman.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Sep 2020 15:25 WIB

Kru Helikopter PT NUH Selamat, Sayang Belum Berhasil Dievakuasi

Timur Indonesia

Tim gabungan belum berhasil mengevakuasi kru karena faktor cuaca.

18 Sep 2020 15:10 WIB

Bupati Pasuruan Launching Tim Covid Hunter

Ngopibareng Pasuruan

Pemerintah akan menindak tegas pelanggar protokol kesehatan.

18 Sep 2020 14:59 WIB

Ganjar Minta Penderita Hipertensi Bertahan di Rumah

Nusantara

Hipertensi menjadi penyumbang kematian terbesar.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...